Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin kita sudah sering mendengar kata narsis. Biasanya dilekatkan pada orang-orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan lebih berkesan terlalu bangga akan diri sendiri dan pencapaian-pencapaiannya.
Orang-orang narsistik biasanya memang merasa bahwa dunia berputar di sekitar mereka. Bahwa mereka adalah mahluk spesial yang semua hal harus sesuai dengan apa yang mereka mau. Hal ini, kemudian membuat mereka cenderung egois dan sangat memikirkan kepentingan diri mereka sendiri.
Dalam psikologi, narsistik juga disebut sebagai gangguan mental. Gangguan kepribadian narsistik ini terjadi ketika kondisi mental seseorang memikirkan kepentingan sendiri dan punya kebutuhan mendalam akan perhatian dan kekaguman yang berlebihan.
Lebih dari sekadar kepercayaan diri yang kuat, tapi pasangan yang narsistik akan selalu lapar dengan pujian. Narsistik akan selalu ingin diperlakukan spesial. Jika pasangan Anda memiliki kecenderungan narsistik, maka dirinya akan merasa lebih baik dari siapapun dan cenderung merendahkan orang lain.
Dilansir dari Mayo Clinic, seseorang yang narsistik juga cenderung kurang memiliki empati terhadap orang lain dan biasanya memiliki hubungan yang bermasalah. Artinya, jika Anda berada dalam hubungan narsistik, itu mungkin jadi sebuah hubungan yang sulit.
Memiliki empati dan perhatian yang minim
Alih-alih saling mendukung, Anda justru akan sering ditelantarkan secara emotional demi khayalan dan tujuan guna menjadi yang paling hebat dan unggul. Dia sebenarnya minim empati, juga perhatian padamu karena terlalu mementingkan diri sendiri ketimbang segalanya.
Melakukan segala cara untuk lebih unggul dari orang lain
Meskipun hanya mengarang, tapi dia selalu meyakinkan orang lain kalau dialah yang paling spesial, unik, dan layak untuk dipuja. Dia akan melakukan hal ini agar bisa membuktikan lebih unggul dari orang lain.
Sering berkhayal memiliki kesuksesan yang sebenarnya omong kosong
Mungkin saja, sebenarnya pasanganmu sangat rendah diri dan belum memiliki pencapaian apapun. Sehingga karena punya kepribadian narsistik dia akan berbohong, juga memanfaatkanmu, hingga arogan kepada orang lain supaya tidak ada yang melampauinya.
Meskipun begitu, seorang narsistik sebenarnya memiliki motivasi tinggi. Seorang narsistik pun unggul dari segi tekad yang kuat dan fokus apa yang diinginkan. Namun yang disayangkan, narsistik tingkat tinggi dapat merusak hubungan romantis, keluarga, bahkan juga pekerjaan.
Jika Anda memiliki pasangan narsistik mungkin harus dipikir ulang dari berbagai sisi. Sebab, tiada solusi yang terbaik bagi kesehatan Anda dan kesehatan dia baik dari segi fisik maupun mental selain pergi meninggalkannya. [dan/tur]






