Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 453 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Lamongan menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Alun-alun Kabupaten Lamongan.
Atas diterimanya SK itu, Bupati Yuhronur meminta kepada seluruh Kades di Lamongan agar terus menerapkan kolaborasi dalam melakukan pembangunan desa menuju status desa mandiri.
“Selamat atas perpanjangan masa jabatan. Dalam sisa waktu kepemimpinan, saya tekankan agar Pemdes menerapkan sistem kolaborasi. Terutama dalam upaya pembangunan desa hingga menuju status mandiri,” tutur Bupati Yuhronur, Senin (27/5/2024).
Bupati Yuhronur menyebutkan bahwa hingga tahun 2023, terdapat 166 desa dengan status mandiri, 328 desa berstatus maju, 5 desa percontohan, dan 58 desa berkembang. Kemudian juga terdapat 32 desa wisata yang dimiliki Lamongan, serta 271 Bumdes aktif yang dikelola desa.
Oleh sebab itu, sebagai subjek pembangunan, Yuhronur menegaskan agar Kades bisa berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mengingat, dengan pelayanan yang maksimal dipastikan bakal mampu meningkatkan potensi, kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi kesenjangan.
Ditambahkan oleh Yuhronur, jika kolaborasi dalam peningkatan kualitas itu benar-benar direalisasikan, maka desa akan menjadi kekuatan atau sentra dalam pembangunan.
“Disahkannya Undang Undang Nomor 3 tahun 2024 tidak hanya tentang perpanjangan masa jabatan. Melainkan juga akselerasi atau percepatan kinerja pemerintah desa yang profesional, efisien, efektif, transparan dan akuntabel,” paparnya.
Bertepatan dengan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-455, Yuhronur berpesan agar seluruh desa menerapkan sistem kepemimpinan tokoh Lamongan masa lampau. Seperti wibawa yang dimiliki Ranggahadi, keuletan dan keberanian Joko Tingkir, serta kearifan dan welas asih yang dimiliki Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur.
“Tugas kita adalah melanjutkan dan mempertahankan kejayaan Lamongan, yang mana dapat dilaksanakan dengan melakukan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat Lamongan. Tentu para leluhur harus kita jadikan teladan,” tuturnya. [riq/ian]






