Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 40 desainer Universitas Surabaya (Ubaya) memamerkan karya busananya di Graduation Show Ubaya 2023. Mereka membuat koleksi berkonsep menghidupkan kembali seni.
Seperti Chellsya Nelly Claudia, ia membuat busana bernama Pathermosa dengan konsep festival bunga di Kota Cordoba Spanyol. Kemudian ada koleksi busana Intrepide karya Reynata Augustine Hardi yang terinspirasi dari Barbie: You Can Be Anything.
Chellsya mengatakan, Pathermosa memiliki arti teras yang indah dan cantik. Koleksi ini ingin menampilkan keindahan bunga dan budaya. Selain itu, juga memiliki siluet A-line yaitu berbentuk mekar ke bawah. Bentuk ini terinspirasi dari bentuk bunga yang sedang mekar.
“Pattern bunga pada koleksi ini terinspirasi dari bunga pada teras rumah Cordoba saat Festival Los Patios De Cordoba. Ada pula macrame yang bentuknya seperti tali yang menggantung di pot bunga pada dinding rumah Cordoba,” jelasnya, ditulis Minggu (26/11/2023).
BACA JUGA: Ubaya Ajak Puluhan Guru SMA se-Surabaya Nobar Film Budi Pekerti
Sementara itu, untuk koleksi Intrepide, Reynata menyebut memiliki arti wanita dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa adanya rasa takut terhadap stereotip masyarakat.
“Baju terdiri dari 11 garment yang kemudian dapat mix and match sesuai dengan style yang diinginkan. Sama halnya dengan boneka Barbie yang bajunya juga dapat digonta-ganti,” ujarnya.
Selain itu, kecantikan boneka Barbie digambarkan melalui siluet-siluet yang A-line serta menggunakan pattern baju yang dibuat dengan digital printing.
Dua busana ini merupakan karya tugas akhir yang mereka kerjakan selama satu semester. Konsepnya menyesuaikan tema besar Graduation Show FIK Ubaya 2023 yaitu ‘Rekala’.
Reynata yang juga ketua acara berharap, melalui tema ini akan lebih menghargai nilai kreativitas dari sebuah karya yang memiliki makna dan karakter tersendiri.
BACA JUGA: Ini Suasana Fashion Show Ala Bakul dan Buruh Gendong Pasar Beringharjo Yogyakarta
Pada tugas akhir 40 desainer dari Fakultas Industri Kreatif Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Ubaya itu, ditampilkan 5 look per desainer. Selain itu, ada pula karya dari 25 Designer Draping Project, dan 25 Designer Local Content Design Project. Sehingga total ada 250 look baju.
“Graduation Show kali ini menjadi yang terbesar karena memiliki jumlah peserta dan show koleksi baju dua kali lipat lebih banyak dibanding show yang pernah dilaksanakan sebelumnya,” ungkap Reynata.
Reynata berharap, melalui graduation show kali ini para desainer muda dapat dilihat dan didukung untuk berkembang ke tingkat yang lebih baik terutama dalam lingkup kreatif. [ipl/suf]






