Yogyakarta (beritajatim.com) – Suhu udara di tengah Kota Yogyakarta yang panas dan gerah mencapai diatas 32 derajat celcius tak menyurutkan semangat sekelompok bakul bakul dan buruh gendong Pasar Beringharjo berlenggak lenggok didepan catwalk.
Area atrium di Pasar Beringharjo disulap menjadi catwalk yang meski sederhana namun nampak mewah. 100 bakul batik yang rata rata adalah kaum emak emak berjalan lenggak lenggok ala model profesional di Kamis siang (5/10/2023).
Semangat membara ditengah cuaca panas gerah dan suhu meninggi di Kota Yogyakarta justru menjadi penyegar karena even Fashion Show Ala Bakul dan Buruh gendong Pasar Beringharjo ini menjadi sejuk disertai dengan ger geran alias canda tawa.
Baca Juga: Bentrok Massal di Sampang Ditanggani Polda Jatim
Mereka saling mensupport semangat saat salah satu teman lain maju berlenggak lenggok memperagakan busana. Support semangat kadang disertai dengan celetukan dan komentar lucu sehingga suhu udara panas dengan peluh menetes disela sela wajah dengan make up ala peragawati profesional sungguh tak dihiraukan.
Satu kata yang ada di kepala mereka BAHAGIA!
Fashion Show dengan tema Berkreasi Lurik di Bringharjo Fashion Day ini benar benar menambah semangat dan pengalaman baru banyak pedagang batik. Wajar saja banyak di antara mereka ini yang baru pertama kali menjajal ikut panggung catwalk fashion show seperti model superstar dunia.
Dengan senyum bahagia, 100 peserta yang terdiri dari pedagang, buruh gendong maupun anggota komunitas ini berkreasi dengan kain lurik. Salah satunya kain lurik dibuat menjadi hoodie, kemeja, jas, hingga gaun yang menjuntai ke lantai.
Baca Juga: Pegiat Budaya Tulungagung Ajak Memilih Pemimpin Terbaik
Tak hanya dari pasar Beringharjo pesertanya juga ada perwakilan pedagang dari seluruh pasar yang ada di Kota Yogyakarta diantaranya, dari Pasar Beringharjo, Pasar Prawirotaman, Pasar Pingit, Pasar Sentul, Pasar Gedong Kuning, Pasar Serangan, Pasar Kranggan, Pasar Pasty, Pasar Ngasem, Pasar Legi, Pasar Karangwaru serta Pasar Demangan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, kegiatan Bringharjo Fashion Day mengangkat tema ‘Seribu Makna Lurik Jogja’.
Ambar mengatakan, peserta tidak hanya memperlihatkan kreasi lurik saja, namun para pedagang ini juga merebutkan hadiah.
Untuk kategori pedagang, buruh gendong dan komunitas pasar, juara I mendapatkan Rp 1.250.000, juara II Rp 1 juta dan juara III mendapatkan Rp 750 ribu. Selain itu, untuk juara harapan I Rp 500 ribu dan juara harapan II Rp 250 ribu.
Baca Juga: Unesa Gandeng Perusahaan Perluas Kesempatan Karir Penyandang Disabilitas
“Saya berharap dengan kegiatan ini dapat menarik minat pengunjung dan mampu menggerakkan roda perekonomian para pedagang pasar khususnya di Kota Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini sebagai ajang kreasi bagi para pedagang pasar untuk terus berinovasi terhadap busana motif batik ataupun lurik,” bebernya.
Plt Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo berharap acara ini menjadi ajang bagi para pedagang untuk bisa berkreasi dan memadu padankan penampilan atau kostum yang dikenakan.
“Agar nantinya bisa diperoleh dan dieksplorasi di pasar-pasar Kota Yogyakarta,”jelasnya.
Salah satu peserta dari Pasar Legi Yogyakarta, Sari Anggraeni mengatakan, dirinya mempersiapkan riasan, busana dan kelengkapannya dengan teliti.
Baca Juga: Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan, UB Sediakan 100 Sepeda Listrik
Melalui kegiatan ini tidak hanya orang tua saja yang menggunakan batik dan lurik tetapi anak muda juga ikut mengenakan, agar batik terus dikenal hingga ke mancanegara.
“Semoga dengan kegiatan ini semakin maju perekonomian. Sehingga para pedagang semakin bisa menikmati hasil dari wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta,”jelasnya. (aje/ian)






