Surabaya (Beritajatim.com) – “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku aku bebas.” Kata-kata Bung Hatta ini tentu sangat populer. Hampir semua yang mengaku cinta buku pasti mengetahuinya.
Namun, tak semua dari mereka punya ketahanan membaca seperti Wakil Presiden pertama kita itu. Untuk kelompok yang tidak bisa membaca berlama-lama ini, ada rekomendasi buku yang bisa kalian baca habis hanya dalam satu kali duduk.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bedah-buku”]
1. Para Bajingan yang Menyenangkan
Buku karangan Puthut EA ini memiliki tebal 178 halaman dengan ukuran A5. Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan. Bercerita tentang sekawanan mahasiswa yang hobi main judi, mabuk-mabukan, tawuran, dan sesekali makan babi.
Memang terkesan penuh dosa, tetapi ketika membacanya kita akan lebih banyak disuguhkan komedi daripada ajakan berbuat maksiat. Anda akan diajak menertawai kehidupan mereka yang ambyar dan konyol terutama cerita tokoh bernama Bagor.
2. Hidup Begitu Indah dan Hanya itu yang Kita Punya
Berisi sekumpulan esai renyah, buku karangan Dea Anugrah ini layak jadi pilihan. Dea adalah pencerita yang baik. Ia bisa menuliskan cerita dengan bahasa yang lugas tetapi tidak mengurangi keindahan ceritanya.
Ukurannya kecil saja, 13 cm x 19 cm dengan jumlah halaman 181 lembar. Kita akan disuguhi cerita-cerita unik dalam buku ini. Membaca buku ini, sesekali anda akan diajak untuk merenung, melakukan refleksi tentang kehidupan, sesekali anda hanya akan dihibur dengan cerita-cerita unik.
Di lain waktu, anda akan disuguhkan cerita yang kelam dan menyebalkan hanya untuk kemudian mengabaikan semua itu dan menikmati nikmatnya hidup yang kita miliki.
3. Seperti Roda Berputar
Buku ini diterbitkan Buku Mojok dan ditulis Rusdi Mathari tetapi tidak dijual. Berisi catatan yang ditulis Rusdi selama berada di Rumah Sakit.
Ketika itu Rusdi menderita kanker di bagian punggung. Ia kemudian di rawat di rumah sakit dan hanya tiduran saja. Dengan segala daya, ia menulis catatan menggunakan tablet pemberian kawan-kawannya. Jadilah 11 tulisan yang dijadikan buku dengan tebal 80 halaman.
Meski berupa catatan selama di rumah sakit, buku ini tidak melulu berisi kesedihan atau ceracau tentang sakit dan kematian. Ia juga berisi cerita-cerita lucu yang melintas di hadapan penulis. Seperti pada bab bertajuk ‘Dokter “Sir. Yes, Sir”.
4. Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih
Ditulis oleh Agus Mulyadi, buku ini memiliki garansi akan membuat anda tertawa. Atau jika tidak tertawa setidaknya tersenyum. Seharusnya buku ini bercerita tentang kisah romantis, sebab ia merupakan catatan selama Agus menjalin kasih dengan Kalis, yang kemudian dinikahinya.
Namun, kisah romantis tipis-tipis itu pun tertutupi komedi. Agus memang piawai meramu tulisan yang lucu. Sejak dari bab pertama saja, kita sudah akan disuguhi cerita lucu nan pilu.
Kali ini Agus bercerita tentang Kalis, yang baru belajar naik sepeda motor. Peristiwa itu terjadi ketika Kalis hendak mengisi bahan bakar di SPBU. Setelah mematikan mesin dan turun dari motor, Kalis kemudian memasukkan kunci ke lubang jok yang ada di sisi samping motor bagian belakang. Apa yang terjadi selanjutnya? Silakan anda baca saja.[tur/bjo]






