Surabaya (beritajatim.com) – Bentuk kebiasaan ada dua macam, bisa berarti baik atau buruk. Kebiasaan buruk harus dihentikan agar tidak memberikan dampak yang negatif.
Kebiasaan lama memang bisa jadi sulit dihilangkan, tetapi dengan enam langkah dasar berikut ini, kita dapat menghilangkan kebiasaan buruk dan mengembangkan perilaku baru yang baik.
Kebiasaan yang buruk biasanya dipicu atas beberapa faktor. Bisa karena lingkungan, pembiaran, bahkan stres. Pemicu ini jika terjadi terus menerus, maka tubuh akan refleks melakukan respon kebiasaan buruk tanpa disadari.
Alangkah baiknya untuk mengidentifikasi terlebih dahulu apa isyarat dan faktor yang memunculkan kebiasaan buruk. Berikut 4 cara mengatasi kebiasaan buruk.
1. Mengalihkan dan mendistorsi kebiasaan buruk
Setelah kita mengetahui apa saja isyarat dan faktor kebiasaan buruk, maka hanya perlu membuat pengalihan dan distorsi agar tidak melakukan kebiasaan tersebut.
Misalnya ketika sedang stress, seseorang memiliki kebiasaan menggigit kuku. Maka ia bisa membuat pengalihan dengan mengecat kuku atau menghiasnya menjadi cantik. Sehingga timbul perasaan sayang atau was-was untuk menggigit kuku.
Lakukan distorsi ini terus-menerus hingga, timbul kebiasaan baru dan tubuh meresponnya dengan baik.
[berita-terkait number=”1″ tag=”cara”]
2. Mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baru
Penelitian menunjukkan bahwa mengganti kebiasaan buruk dengan perilaku baik lebih efektif daripada hanya menghentikan kebiasaan buruk. Perilaku baru diartikan sebagai “penganggu” kebiasaan lama dan mencegah otak melakukan autopilot.
Misalnya ketika seseorang memiliki kebiasaan mengemil kue tinggi kalori, kemudian ia memutuskan untuk mengganti dengan makanan yang sama manisnya namun tetap sehat, seperti buah-buahan.
Ia berhenti membeli kue dan mengganti semua isi kulkas dengan makanan sehat. Maka dengan begitu mau tidak mau, ia harus ngemil makanan pengganti tersebut.
3. Menyederhanakan pemikiran dan tindakan
Biasanya sulit untuk mengubah kebiasaan lama karena perilaku tersebut sudah menjadi autopilot yang otomatis diputar otak. Kebalikannya, perilaku baru juga sulit dilakukan karena otak belum terbiasa.
[berita-terkait number=”1″ tag=”tips”]
Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyederhanakan pemikiran dan tindakan. Misalnya ada seseorang yang ingin menghentikan kebiasaan merokok, dan ingin mengubah gaya hidup yang lebih sehat.
Ia cukup berpikir bahwa kebiasaan merokok hanya buang-buang waktu dan merugikan kesehatan. Banyak cara menghabiskan uang yang lebih bermanfaat daripada dihabiskan untuk membeli rokok. Pemikiran sederhana seperti ini dapat membantu menghilangkan kebiasaan tersebut.
4. Berpikir Jangka Panjang
Kebiasaan sering kali terbentuk karena memuaskan impuls jangka pendek. Misalnya untuk menghilangkan stress dan lelah, seseorang memiliki kebiasaan buruk meminum alkohol.
Keinginan jangka pendek seringkali memiliki konsekuensi jangka panjang, seperti sakit tukak lambung, liver, dan hati.
[berita-terkait number=”1″ tag=”cara”]
Coba untuk fokus pada pemikiran jangka panjang sambil mencoba mengubah beberapa kebiasaan buruk.
Demikianlah cara menghentikan kebiasaan buruk. Jadi, kebiasaan bisa diubah dengan sedikit waktu dan usaha. Untuk bisa berhasil langkah-langkah di atas harus dilakukan secara konsisten. (kai/ian)






