Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 397 narapidana (napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep mendapatkan remisi tahun 2025. Ratusan napi tersebut mendapatkan dua macam remisi. 193 napi mendapat remisi Kemerdekaan 17 Agustus, dan 204 napi mendapatkan remisi dasawarsa.
Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi menjelaskan warga binaan rutan Sumenep yang diusulkan mendapat remisi umum 17 Agustus sebenarnya 196 orang. Namun dalam SK yang diterimanya pada Minggu pagi, ada 193 napi yang mendapatkan remisi.
“Yang 3 lainnya ini bukan ditolak ya. Tapi yang 1 karena sudah bebas, kemudian yang 2 lagi masih dalam proses administrasi,” terangnya, Minggu (17/08/2025).
Remisi tersebut secara simbolis diserahkan di halaman Pemkab Sumenep usai upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi. Remisi diserahkan Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Rutan Sumenep kepada dua napi, yakni napi kasus pencurian dan napi senjata tajam.
Kepala Rutan menjelaskan, ada beberapa syarat napi bisa diajukan mendapatkan remisi. Diantaranya berkelakuan baik, rutin mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan rutan, dan telah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan.
“Remisi ini bukan hanya bentuk penghargaan atas kedisiplinan dan perilaku baik warga binaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri,” ujar Heri.
Menurutnya, seluruh nama yang diusulkan sudah melalui proses verifikasi yang ketat. Mulai dari catatan kedisiplinan, partisipasi dalam program pembinaan, hingga perilaku selama berada di dalam rutan menjadi indikator utama.
“Remisi ini bukan sekedar pengurangan masa hukuman, tapi juga simbol penghargaan atas usaha mereka dalam memperbaiki diri. Kami ingin seluruh warga binaan terus menjaga sikap dan berkomitmen menjalani pembinaan dengan baik,” ucapnya.
Ia mengatakan, besaran remisi yang akan diterima tiap narapidana tidak sama, bergantung pada lamanya masa pidana yang telah mereka jalani.
“Kami berharap momentum ini menjadi titik balik penting, agar mereka dapat membangun kehidupan baru yang lebih bermanfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan lingkungannya,” harap Heri. [tem/aje]






