Ringkasan Berita:
- SNPMB menemukan 39 kasus kecurangan selama tiga hari pelaksanaan UTBK 2026.
- Modus meliputi penggunaan alat digital, joki, hingga memotret soal ujian.
- Seluruh pelaku langsung didiskualifikasi dari seleksi perguruan tinggi.
- UPN Veteran Jawa Timur perketat pengawasan untuk mencegah praktik curang.
Surabaya (beritajatim.com) – Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat sebanyak 39 kasus kecurangan selama tiga hari pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Berbagai modus ditemukan, mulai dari penggunaan alat digital hingga praktik perjokian.
Panitia pusat mengungkap adanya peserta yang nekat memotret soal ujian saat pelaksanaan berlangsung di dalam ruangan. Seluruh peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dipastikan langsung gugur dari proses seleksi masuk perguruan tinggi tahun ini.
Anggota Tim Penanggungjawab SNPMB, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, menyebut mayoritas kasus kecurangan terjadi pada hari pertama dan kedua pelaksanaan UTBK. Pihaknya telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap berbagai modus pelanggaran tersebut.
“Panitia pusat mengidentifikasi 39 kasus kecurangan dengan berbagai modus, mulai dari penggunaan alat digital, joki dengan menggunakan nama orang lain, hingga memfoto soal yang sedang berjalan,” kata Tjitjik di UPN Veteran Jawa Timur, dikutip Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, seluruh pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain diskualifikasi, pelaku juga berpotensi menghadapi proses hukum lanjutan.
“Para pelaku kecurangan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pada proses hukum dan dipastikan peserta didiskualifikasi dari daftar SNPMB,” tegasnya.
Di sisi lain, UPN Veteran Jawa Timur sebagai salah satu lokasi ujian memperketat sistem pengawasan. Langkah ini diambil setelah terungkapnya praktik perjokian pada hari pertama pelaksanaan UTBK di kampus tersebut.
Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Akhmad Fauzi, menjelaskan bahwa pihaknya kini menambah indikator verifikasi dokumen peserta. Petugas juga memberikan pertanyaan acak untuk memastikan keaslian identitas sebelum peserta memasuki ruang ujian.
“Kami juga lakukan antisipasi untuk mencegah kecurangan dari internal, setiap pengawas kami berikan kesempatan menjaga dua kali, dan ditempatkan pada ruang yang berbeda,” ujarnya.
Selain itu, panitia menerapkan rotasi jadwal pengawas secara dinamis guna menutup celah potensi kerja sama dengan pihak luar. Sistem pengamanan berlapis ini diterapkan untuk menjaga integritas hasil ujian dan memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
“Langkah preventif yang dilakukan UPN Veteran Jawa Timur telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan panitia UTBK Pusat,” tutup Fauzi. [ipl/beq]






