Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 313 atlet dari 32 kabupaten/kota di Jawa Timur ambil bagian dalam ajang Petanque Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 yang digelar di Bess Resort, Lawang, Kabupaten Malang. Mereka berlaga di 13 nomor pertandingan dan memperebutkan 13 medali emas dalam kompetisi dua tahunan ini.
“Jumlah peserta 32 kab/kota ini menurut kami fenomenal. Karena hanya tiga daerah yang tidak ikut porprov,” ungkap Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim, Prof Dr Dwi Cahyo Kartiko MKes, Minggu (29/6/2025).
Menurut Dwi Cahyo, tiga daerah yang tidak mengirimkan atletnya dalam Porprov kali ini adalah Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Probolinggo. Ketiganya tengah mengalami kekosongan kepengurusan karena masa bakti telah habis dan belum menggelar musyawarah provinsi (musprov) untuk membentuk kepengurusan baru.
“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami agar bagaimana semua kab/kota di Jatim bisa ikut porprov. Apa yang sudah dilakukan kepengurusan sebelumnya itu sudah luar biasa. Kami hanya melanjutkan saja dan merawat FOPI di daerah agar semarak dan even-even bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, terdapat tiga daerah lain yang hingga kini belum memiliki pengurus cabang (pengcab) petanque sama sekali, yakni Kabupaten Bondowoso, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar. Hal ini membuat total ada enam daerah di Jatim yang tidak berpartisipasi dalam Porprov IX Jatim 2025.
Padahal, dari total 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur, seluruhnya seharusnya dapat turut serta dalam ajang olahraga tingkat provinsi ini. Porprov Jatim tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga ruang penting untuk regenerasi dan pembibitan atlet menuju jenjang nasional.
“Porprov ini momentum penting. Siapa pun yang berprestasi di sini akan menjadi perhatian Pengprov dan juga FOPI Pusat. Karena dari sinilah kita bisa merekomendasikan nama-nama untuk dipertimbangkan masuk Pelatnas,” tegas Dwi Cahyo.
Meski belum seluruh daerah aktif, FOPI Jatim mengapresiasi pertumbuhan olahraga petanque di provinsi ini yang dinilai cukup pesat. Antusiasme dari para atlet muda serta upaya pembinaan yang dilakukan oleh sejumlah pengcab menjadi indikator kuat akan potensi besar petanque Jawa Timur di masa mendatang. [way/suf]






