Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval ke-22 yang digelar pada 2-4 Agustus 2024 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membangkitkan kembali nilai-nilai yang lama ditanamkan oleh sang penggagas almarhum Dynand Fariz. Salah satunya adalah mensyaratkan penggunaan bahan daur ulang sekitar 30 persen untuk pembuatan kostum.
“Kami mencoba untuk mengembalikan yang selama ini dideliver Mas Dynand Fariz (pendiri JFC) sebagai value. Salah satu di antaranya yang dibangun sejak JFC pertama adalah bagaimana kami bisa menggunakan bahan-bahan recyvle untuk kostum,” kata Presiden JFC Budi Setiawan.
“Kenapa seperti itu? Ini akan berdampak nantinya semua orang akan bisa ikut JFC, kalau berbahan recycle. Kedua, ini bentuk kecil kepedulian kami terhadap perubahan iklim yang saat ini menjadi concern kita bersama,” kata Setiawan.
“Dua hal ini yang menjadi satu niatan kuat kami. Mulai saat ini bukan lagi imbauan, tapi wajib bagi para peserta menggunakan minimal 30 persen bahan recycle. Tahun berikutnya kami tingkatkan sedikit demi sedikit,” tambah Setiawan.
Hal ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Hendy Siswanto. “Yang memproduksi sampah adalah kita. JFC memberikan contoh bahwa dengan daur ulang 30 persen bermanfaat secara sosial ekonomi. Itu menjadi sumber pendapatan juga,” katanya.
Hendy ingin sampah daur ulang bisa dimanajemen sehingga nilai ekonomisnya bisa dikembalikan kepada warga Jember. “Besok ada ratusan komunitas yang akan membersihkan sampah. Selesai kegiatan ini (JFC), langsung bersih. Bukan hanya bersih. Mereka akan memilah sampahnya untuk diberikan ke bank sampah. Cuma kami membesarkan kembali bank sampah, sehingga setiap kampung ada bank sampah,” jelasnya.
JFC pertama kali diadakan pada 2003 yang diprakarsai oleh Dynand Fariz, seorang desainer berbakat asal Jember. Karnaval fesyen ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global. Dengan 10 defile yang tampil setiap tahun, JFC diikuti ratusan orang dari berbagai latar belakang kelompok sosial. [wir]






