Situbondo (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menemukan sebanayak 30 kotak suara logistik Pemilu 2024 yang seharusnya disimpan di kantor balai desa ternyata disimpan di rumah seorang warga di Desa Wingin Anom, Kecamatan Jatibanteng.
Koordinator Tim Fasilitasi Pengawasan Pendistribusian Logistik Bawaslu Kabupaten Situbondo, Sainur Rasyid, menjelaskan bahwa logistik Pemilu yang seharusnya berada di Kantor Desa Patemon malah ditemukan disimpan di rumah warga.
“Logistik Pemilu yang seharusnya berada di Kantor Desa Patemon tersebut merupakan hasil pengawasan kami pada hari ini,” ujar Sainur di Situbondo pada Senin malam.
Bawaslu telah memberikan saran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo untuk segera memindahkan logistik yang disimpan di rumah warga tersebut ke tempat publik, seperti balai desa, atau mengembalikannya ke kantor kecamatan setempat.
Menurut tahapan, pada hari tersebut seluruh logistik Pemilu mulai didistribusikan dari kecamatan ke masing-masing desa.
Sainur menjelaskan bahwa hasil pengawasan anggota Bawaslu Situbondo bersama panwaslu kecamatan menemukan logistik Pemilu untuk Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, disimpan di rumah seorang warga di desa tetangga karena alasan akses jalan yang sulit.
Namun, penempatan logistik Pemilu di rumah warga tersebut melanggar aturan dan dapat menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
“Pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu bersama jajaran bertujuan agar pendistribusian logistik Pemilu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran. Ini menjadi fokus pengawasan kami,” ungkap Sainur.
Selain itu, dari hasil pengawasan pendistribusian logistik Pemilu juga ditemukan beberapa logistik yang kurang atau tidak lengkap. Sebagai contoh, di Desa Taman Kursi, Kecamatan Sumbermalang, tidak ada daftar hadir mulai dari TPS 1 hingga TPS 7.
Di Kecamatan Sumbermalang juga ditemukan kekurangan kartu tanda pengenal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Ada temuan juga di Kecamatan Banyuputih, di mana kotak suara berisi berbagai jenis logistik rusak karena kendaraan pengangkut menabrak, sehingga satu kotak suara untuk DPRD kabupaten rusak,” tambahnya. [ian]






