Mojokerto (beritajatim.com) – Debat publik perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mojokerto 2024 digelar di salah satu hotel di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (14/10/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto berharap melalui debat publik tersebut masyarakat Kota Mojokerto mampu menilai pasangan calon (paslon).
Dalam debat publik tersebut mengusung tema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah dan Memperkokoh NKRI serta Kebangsaan’. Debat publik tersebut juga disiarkan salah satu televisi swata dan bisa disaksikan secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube KPU Kota Mojokerto.
Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni mengatakan, sesuai dengan amanat PKPU Nomor 13 tahun 2024 dan Juknis 1.363 terkait dengan penyelenggaraan kampanye Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“KPU punya tugas memfasilitasi media kampanye, di mana salah satunya debat publik. Debat publik perdana, KPU Kota Mojokerto mengangkat tema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah dan Memperkukuh NKRI serta Kebangsaan’. Kedua pasangan calon bisa menyampaikan visi misi sesuai tema tersebut,” ungkapnya.
Harapannya masyarakat Kota Mojokerto mampu untuk menilai dan melihat pemaparan visi misi kedua paslon. Sehingga, lanjutnya, pada tanggal 27 November 2024 mendatang mampu menjadi alasan pemilih untuk memilih salah satu dari paslon Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto.
“Karena memang nantinya, lima tahun ke depan salah satu dari mereka yang akan memimpin Kota Mojokerto. Harapan kita, Kota Mojokerto mampu untuk menjadi Kota yang lebih baik lagi, mampu untuk berprestasi lagi, mampu menjadi tolak ukur bagi Jawa Timur bahkan bagi nasional terkait dengan kota inovatif ke depannya,” harapnya.
Dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto 2024 diikuti dua paslon. Paslon nomor urut 1, Junaedi Malik – Chusnun Amin dan paslon nomor urut 2, Ika Puspitasari – Rachman Sidharta Arisandi. Dalam debat publik perdana tersebut ada lima orang panelis dari profesional dan akademisi.
Yakni Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember Deasy Wulandari, Dosen Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo Ahmad Hudri, Dosen Hubungan Internasional Fisip Universitas Muhammadiyah Malang Muhammad Subhan, Dosen S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Lamongan Rudi Wibowo dan Ceo media online Bacaini.id serta jurnalis Tempo Hari Tri Wasono. [tin/ian]






