Malang (beritajatim.com) – Nasib Eduardo Almeida sebagai pelatih Arema FC ditentukan dalam 3 laga terakhir Liga 1 2022. Kegagalan menjadi juara membuat peran Eduardo di Singo Edan menjadi sorotan.
Apalagi dalam 5 laga krusial penentuan gelar juara Eduardo justru hanya meraih 1 kemenangan dan 4 laga menelan kekalahan. Ironisnya 3 kekalahan didapat dari para pesaing. Masing-masing Persebaya, Persib, dan Bali United.
“Saya tidak khawatir dengan masa depan saya. Saya justru takut ketika tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Arema di sisa laga,” kata Eduardo, Sabtu, (19/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”arema-fc”]
Pelatih asal Portugal itu mengaku enggan membicarakan masa depannya bersama Arema FC ketika kompetisi masih menyisahkan 3 laga tersisa. Dia memilih fokus menghadapi 3 laga tersisa dengan mempersiapkan tim meraih kemenangan.
“Kami fokus untuk tiga laga tersisa dan berusaha meraih hasil terbaik. Saya tidak ingin memikirkan masa depan saya terlalu jauh,” imbuh Eduardo.
Laga terdekat Arema FC akan menghadapi Borneo FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Minggu, (20/3/2022). Dia menargetkan poin penuh demi mengembalikan Arema FC ke jalur kemenangan.
“Persiapan kami adalah untuk bermain dan memenangkan pertandingan. Itu target utamanya dan kami ingin bisa segera mewujudkan sepecaptnya. Jadi kami menyiapkan semuanya untuk memenangkan laga,” tandasnya. (luc/kun)






