Blitar (beritajatim.com) – Usai tiga bulan peresmian pada 21 Juli 2025 lalu, baru sekitar lima dari 21 unit Koperasi Merah Putih yang beroperasi di Kota Blitar. Angka ini dinilai masih jauh dari target.
Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar menargetkan seluruh koperasi merah putih tersebut bisa beroperasi pada akhir bulan ini. Namun nampaknya hal itu masih sangat sulit dilakukan karena adanya berbagai kendala yang dihadapi.
“Kita menargetkan pada akhir bulan ini untuk beroperasi semua,” ucap Juyanto, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar pada Rabu (15/10/2025).
Ada beberapa faktor yang membuat koperasi merah putih di Kota Blitar itu belum bisa beroperasi semua. Salah satu faktornya adalah permodalan.
Tidak adanya modal membuat sejumlah koperasi merah putih di Kota Blitar masih belum bergerak dan beroperasi. Meski Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, membantah bahwa modal bukan faktor utama penyebab koperasi merah putih tidak bergerak hingga sekarang.
“Ada pula penyebab lain, seperti soal kerjasama dengan pihak lain seperti contoh kerjasama dengan Bulog atau Pertamina itu kan perlu proses sehingga koperasi merah putih itu belum beroperasi,” tegasnya.
Dari analisis dari Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar mengungkap bahwa penyebab koperasi merah putih tersebut belum beroperasi karena terkendala kerjasama dengan pihak ketiga, seperti Bulog hingga Pertamina. Pasalnya kerjasama tersebut membutuhkan waktu yang lama, imbasnya koperasi merah putih belum bisa beroperasi.
“Modal itu bukan yang utama kalau ada modal tapi tidak ada niat ya tetap, makanya itu yang pak Wali Kota Blitar sampaikan ayo kita kerja dulu di koperasi merah putih ini,” tandasnya. [owi/beq]






