Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri, menyuarakan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS di Surabaya. Dari Januari hingga Oktober 2024, tercatat ada 243 kasus aktif, dengan mayoritas penderitanya berada pada usia produktif.
“Situasi ini memerlukan tindakan serius dari berbagai pihak agar penyebaran virus dapat ditekan,” ujar Agus Mashuri di DPRD Surabaya, Kamis (14/11/2024).
Agus mengungkapkan bahwa perilaku berisiko seperti penggunaan narkoba dan seks bebas menjadi pemicu utama penyebaran HIV/AIDS di kalangan anak muda dan usia produktif. Menurutnya, dua jalur utama penularan ini adalah penggunaan jarum suntik bersama dan perilaku seks bebas harus segera ditangani dengan program pencegahan yang lebih masif.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap peningkatan ini. Edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS harus lebih intensif dan komprehensif, terutama untuk generasi muda yang rentan terhadap perilaku berisiko,” kata politisi PPP ini.
Lebih lanjut, Agus menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, instansi kesehatan, dan lembaga pendidikan dalam menyebarkan informasi yang tepat dan jelas mengenai pencegahan HIV/AIDS. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi yang konsisten dapat membantu mengubah pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih waspada terhadap risiko HIV/AIDS.
“Pemerintah harus mengambil langkah preventif yang nyata, baik melalui kampanye kesehatan maupun fasilitas layanan yang mendukung. Kita tidak bisa hanya mengandalkan data, tetapi juga harus berupaya mencegah agar angka ini tidak semakin meningkat,” tambah Agus.
Agus berharap bahwa upaya bersama ini bisa menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Surabaya. Dengan adanya tindakan preventif yang lebih ketat, ia optimis generasi muda dapat terlindungi dari ancaman virus ini.(ADV)






