Ponorogo (beritajatim.com) – Persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo mulai berjalan. Salah satu tahap penting, yakni pembuatan paspor, sudah dilakukan sejak akhir September 2025. Ratusan jemaah pun tercatat mengurus dokumen perjalanan di Kantor Imigrasi Ponorogo.
“Akhir bulan September kemarin sudah kita laksanakan proses pembuatan paspor bagi jemaah haji yang belum memiliki paspor,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Marjuni, Rabu (1/10/2025).
Marjuni menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan verifikasi kesediaan jemaah haji untuk pemberangkatan 2026. Dari hasil itu, proses pembuatan paspor kemudian dibagi menjadi dua tahap.
Pada pekan pertama, yakni 23–25 September 2025, ada 164 jemaah yang mengurus paspor. Sementara di tahap kedua pada 30 September 2025, tercatat 62 jemaah. Dengan demikian, total ada 226 jemaah haji yang didampingi Kemenag Ponorogo dalam pengurusan paspor. “Jadi kami lakukan pendampingan pembuatan paspor untuk total ada 226 jemaah haji,” jelasnya.
Meski demikian, Marjuni menegaskan bahwa jumlah jemaah yang sudah mengurus paspor tersebut belum tentu sama dengan kuota keberangkatan haji tahun 2026. Dari data sementara, sekitar 80 persen jemaah yang diverifikasi berstatus exiting, atau calon jemaah yang sudah terdaftar dan menunggu giliran berangkat.
“Ya saat ini bahasanya exiting 80 persen yang kita verifikasi. Kalau kita lakukan verifikasi lagi bisa tambah lagi. Yang sudah kita verifikasi dan sudah punya paspor dan masih aktif sampai tahun 2026 juga ada,” pungkasnya.
Selain calon jemaah reguler, pengurusan paspor ini juga mencakup jemaah cadangan, serta pendamping bagi lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan agar saat jadwal keberangkatan tiba, seluruh dokumen sudah siap tanpa kendala administratif. (end/kun)






