Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 22 ribu ton konsentrat tembaga perdana dikirim PT Freeport Indonesia (PTFI) dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menuju ke smelter Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik. Pengiriman ini menandai dimulainya operasional PT Freeport Indonesia Juni 2024.
Konsentrat tembaga itu diangkut Kapal Mother Vessel (MV) Unitama Lily. Sebanyak 12 ribu ton konsentrat tembaga akan dimurnikan di smelter Freeport Indonesia KEK JIIPE dan 10 ribu ton dikirim ke PT Smelting Gresik.
“Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik sudah siap beroperasi. Sehingga, kami memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga. Ini adalah momen penting,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, Jumat (14/6/2024).
Lebih lanjut Tony Wenas menuturkan, pengiriman perdana konsentrat ini merupakan momen penting bagi Indonesia. Dimana seluruh konsentrat tembaga ini akan dimurnikan di dalam negeri. Guna mewujudkan hilirisasi sebagai pijakan menuju Indonesia maju.
“Konsentrat tembaga tersebut sebagai pasokan smelter yang akan segera beroperasi. Diperkirakan tiba di Pelabuhan Smelter Freeport Indonesia KEK JIIPE Gresik, pada 22 Juni 2024. Setelah tiba di pelabuhan, konsentrat akan ditempatkan dalam Concentrate Barn sebelum diproses lebih lanjut nantinya pada saat masuk tahapan produksi di Flash Smelting Furnace (FSF),” tuturnya.
Secara garis besar, lanjut dia, terdapat tiga proses yang harus dilalui konsentrat sebelum menjadi lembaran katoda tembaga. Pertama proses material handling konsentrat. Kedua proses peleburan di Furnace. Ketiga pemurnian di electrorefinery.
“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Tony Wenas.
Seperti diketahui, Smelter PT Freeport Indonesia merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di KEK JIIPE Gresik. Pembangunannya dimulai Oktober 2021 dan telah selesai pembangunan sesuai jangka waktu yang ditetapkan pemerintah.
Smelter kedua Freeport Indonesia ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh.
Smelter tersebut juga dilengkapi unit Refinery, unit pemurnian logam mulia, dan unit oksigen. Kemudian juga ada unit asam sulfat, dan unit Desalinasi serta unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku. Serta produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. [dny/but]






