Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya 21 Kantor Desa di Kabupaten Malang rusak terdampak bencana alam selama tahun 2022 kemarin. Akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu, kerusakan kantor desa ini tersebar di 6 kecamatan akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor.
Dari hasil inventarisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang sejauh ini, 21 kantor desa mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Masing-masing mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mnegalokasikan bantuan untuk perbaikan kantor desa tersebut. Yang penganggarannya dilakukan melalui alokasi dana desa (ADD).
“Itu (Rp 2,5 Miliar) sudah keseluruhan 21 desa. Karena ada yang (rusak) kategori berat, ringan dan sedang,” tegas Eko Margianto, Kepala DPMD Kabupaten Malang, Rabu (18/1/2023).
Dari 21 kantor desa yang terdampak itu tersebar di 6 kecamatan. Rinciannya, 5 kantor desa mengalami kerusakan dengan skala ringan, 12 mengalami kerusakan dengan skala sedang dan 4 desa rusak skala berat.
Terbanyak ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Yakni di Kantor Desa Klepu, Kedungbanteng, Sumberagung, Sekarbanyu, Argotirto, Tambaksari dan Ringinkembar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-malang”]
Kemudian di Kecamatan Ampelgading ada sebanyak 6 kantor desa yang rusak. Yakni kantor Desa Tirtomoyo, Purwoharjo dengan kerusakan skala berat. Kemudian Lebakharjo, Argoyuwono, Pujiharjo, Tirtomarto dan Wirotaman rusak dengan skala kecil.
Sementaea di Kecamatan Dampit, kantor desa rusak sebanyak 4 titik. Yakni kantor Desa Baturetno, Bumirejo, Pamotan dan Majangtengah.
Lalu Kecamatan Pagak yakni di Kantor Desa Sumberejo dan Sumberkerto. Dan dua kantor desa lain adalah kantor Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo dan kantor Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. [yog/but]





