Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Dusun Sumbersari di Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, dibuat resah setelah puluhan penduduk mengalami gejala mirip Chikungunya. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu terdeteksi menyebar dalam beberapa pekan terakhir.
Kasus penularan banyak terjadi di wilayah RT 14 hingga RT 17 yang berada dalam satu kawasan padat penduduk. Petugas kesehatan mencatat bahwa penyebaran awal bahkan muncul dalam lingkup satu keluarga.
Menanggapi perkembangan tersebut, tim dari Puskesmas Lumbang bersama BPBD Pasuruan langsung turun tangan. Fogging massal dilakukan pada Kamis pagi untuk memutus rantai penyebaran virus.
Kepala Desa Watulumbung, Ahmad Riduwan, membenarkan laporan yang diterima pihak desa terkait meningkatnya kasus penyakit tersebut. “Ada sekitar 20 warga yang terjangkit, dan kami segera melibatkan puskesmas untuk tindakan cepat,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa koordinasi dengan petugas kesehatan dilakukan segera setelah laporan pertama diterima. Riduwan menegaskan fogging menjadi langkah awal sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Selain pengasapan, pemerintah desa juga meminta warga memperkuat pencegahan melalui kebersihan lingkungan. Riduwan menuturkan pihaknya telah menginstruksikan perangkat dusun agar menggalakkan kerja bakti.
“Kami ingin semua warga bergerak bersama membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” tambahnya dalam kesempatan yang sama. Langkah itu diharapkan dapat menekan angka kasus baru.
Sementara itu, petugas Puskesmas Lumbang, Dita Fadilah, menyampaikan perkembangan terbaru jumlah warga yang terinfeksi. “Ada 20 laporan warga yang masuk sebagai suspect Chikungunya,” ujarnya.
Dari total laporan tersebut, 13 warga dirawat intensif di RSUD Grati karena gejala cukup berat. Adapun tujuh warga lainnya menjalani perawatan rawat jalan setelah mendapatkan pemeriksaan medis awal.
Dita menjelaskan bahwa penderita umumnya mengalami demam tinggi disertai nyeri sendi yang cukup mengganggu aktivitas. Ia mengingatkan warga untuk segera melapor jika mengalami gejala serupa.
Penyakit Chikungunya sendiri ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus yang sebelumnya menggigit orang terinfeksi. Penularan tidak dapat terjadi secara langsung dari manusia ke manusia tanpa perantara nyamuk.
Petugas Puskesmas Lumbang hingga kini masih mendata ulang seluruh warga terdampak untuk memastikan jumlah kasus yang lebih akurat. Pemeriksaan lanjutan dilakukan karena kemungkinan masih ada warga yang belum melapor. (ada/ted)







1 Komentar
Ga ada yang komen satupun kah?