Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 2 orang penambang pasir di Kali Putih, Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar meninggal dunia usai tertimbung longsor. Dari informasi yang beredar di masyarakat, keduanya tertimbun longsoran tebing setinggi 50 meter.
Kedua penambang pasir yang tertimbun longsoran tebing ini berinisial AP(39) dan HS (30). Keduanya tertimbun longsoran tebing sejak pukul 19.30 WIB, dan baru ditemukan pukul 20.30 WIB serta 21.30 WIB.
“Informasinya kelongsoran tebing pasir yang mereka tambang,” kata NS (36) warga Blitar (17/02/24).
Dari informasi di masyarakat keduanya merupakan penambang pasir dan batu koral manual. Di wilayah Kali Putih, Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar menang banyak penambang pasir manual.
“Disitu kan memang banyak penambang pasir, keduanya itu biasa cari pasir di situ,” tegasnya.
Kejadian ini bermula saat AP(39) dan HS(30) sedang mencari pasir di aliran sungai Kali Putih, Karangrejo, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Saat keduanya tengah fokus mencari pasir, tiba-tiba tebing setinggi 50 meter yang berada di sampingnya longsor.
Belum sempat melarikan diri keduanya akhirnya tertimbun di aliran sungai Kali Putih. Keduanya baru bisa dievakuasi setelah 2 jam proses pencarian. Kedua korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Malam hari itu kedua korban juga langsung ditemukan dan langsung dimakamkan,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Garum Kabupaten Blitar, Iptu Punjung Setiya sempat mengelak saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Awalnya Kapolsek Garum enggan mengatakan bahwa kedua meninggal akibat tertimbun longsor.
Namun setelah dikonfirmasi lebih lanjut Iptu Punjung, mengakui bawah ada kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
“Iya memang benar, dan tadi malam keduanya juga sudah dimakamkan,” kata Punjung. (owi/ian)






