Ponorogo (beritajatim.com) – Pengawas kuda dari tim Wiskia Stable Kediri Sholehudin (45), hanya bisa pasrah, ketika melihat 2 kudanya terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan raya Ponorogo-Trenggalek. Tepatnya masuk Desa Winong Kecamatan Jetis Ponorogo pada Jumat (14/7) dini hari tadi. Kuda-kuda balap itu tertabrak oleh kendaraan roda empat yang kebetulan melintas di jalan tersebut.
Akibatnya, kuda yang diberi nama Kapten Mazda akhirnya tewas, setelah tertabrak oleh mobil Innova dengan plat nomor AG-1257-TJ yang dikemudian oleh Hidayat. Sementara kuda satunya yang bernama Quetaro juga tertabrak oleh mobil Panther dengan plat nomor AE-1410-TE yang dikemudikan oleh Eko Hadi Rianto. Namun, masih beruntung kuda Quetaro tidak sampai tewas, hanya mengalami patah kaki sebelah depan. Padahal 2 kuda balap itu, rencananya akan mengikuti gelaran pacuan kuda yang diadakan dalam rangka event Grebeg Suro di bumi reog.
“Dini hari tadi memang ada laka lantas kendaraan roda 4 dengan kuda. Informasinya, 2 kuda yang tertabrak itu, akan mengikuti pacuan kuda yang kaitannya dengan Grebeg Suro,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Ponorogo Iptu Immanuddin, Jumat (14/07/2023).
Kecelakaan itu berawal saat kedua kuda yang berkelamin jantan semua itu, lepas dari kandangnya yang berada di Desa Beton. Kedua kuda yang baru tiba dari Kediri itu kemudian saling berkejaran hingga mengarah ke jalan jalur Ponorogo-Trenggalek. Keduanya berlari mengarah timur, nah saat berada di jalan raya, tepatnya di pemakaman Desa Winong, dalam kegelapan itu kuda Kapten Mazda tertabrak oleh mobil Innova yang melaju dari arah timur. Begitu pun dengan kuda Quetaro tertabrak mobil Panther saat melaju dari arah timur. “Kuda Kapten Mazda yang tertabrak akhirnya tewas, sedangkan kuda Quetaro mengalami patah kaki depan. Tidak sampai tewas,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa manusia yang berada dalam 2 mobil yang menabrak itu. Hanya saja, 2 mobil penabrak kuda itu mengalami kerusakan di bagian depan. Karena mahalya kuda balap itu, kerugian materil ditaksir sampai ratusan juta rupiah. Sebab, estimasi harga kedua kuda itu di kisaran ratusan juta rupiah. “Jika estimasi harga kudanya Rp 80 juta dan Rp 30 juta, maka kerugian ditaksir mencapai ratusan juta,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA:






