Pamekasan (beritajatim.com) – Dua orang warga Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Marhamah (104 tahun) dan Muhram (101 tahun) tercatat sebagai calon haji tertua dalam rombongan Jemaah Calon Haji (JCH) Pamekasan, Tahun 2025.
Kedua lansia yang berusia lebih dari seabad tersebut, berasal dari Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Keduanya dijadwalkan berangkat menuju tanah suci Makkah Al-Mukarramah, guna melaksanakan rukun Islam kelima, yakni ibadah haji.
“Untuk JCH tertua di Pamekasan, ada lansia berusia 104 tahun bernama Marhamah. Ia tinggal di Dusun Nagasari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan. Kesehariannya lebih banyak di rumah bersama keluarga karena kondisi penglihatannya yang mulai menurun,” kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, Selasa (6/5/2025).
Lansia kelahiran 7 Desember 1921 tersebut, sekaligus tercatat sebagai calon haji tertua di Jawa Timur, khususnya untuk pelaksanaan haji tahun ini. “Sementara Muhram, meski telah melewati usia satu abad, ia masih menunjukkan ketangguhan fisik dan semangat beribadah yang tinggi,” ungkapnya.
“Pria kelahiran 1 Januari 1924 itu, tampak tetap semangat melaksanakan aktivitas keagamaan seperti biasa, meskipun ia sudah lama hidup sendiri setelah ditinggal wafat sang istri,” sambung Abdul Halim.
Sementara Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi menyampaikan komitmennya untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah tanpa terkecuali, khususnya bagi para JCH berstatus lansia.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan seluruh jemaah, termasuk lanjut usia, mendapat pendampingan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Semoga semuanya diberi kelancaran dalam menunaikan ibadah haji,” jelasnya.
Selain itu pihaknya memastikan jika kisah kedua JCH yang berstatus lansia tersebut, menjadi spirit bagi kita semua untuk selalu fokus dan semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
“Kisah Marhamah dan Muhram menjadi pengingat bahwa semangat spiritual tak pernah mengenal batas usia, kehadiran mereka di tengah rombongan haji menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pamekasan,” pungkasnya. [pin/kun]






