Blitar (beritajatim.com) – Polres Blitar turun tangan menyelidiki kasus bullying yang terjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Doko Kabupaten Blitar. Sejumlah saksi pun telah diperiksa oleh aparat kepolisian.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman menyebut bahwa dari hasil klarifikasi dan penyelidikan awal diketahui jumlah pelaku bullying di SMPN 3 Doko berjumlah 18 orang. Semua berstatus siswa SMPN 3 Doko Kabupaten Blitar.
“Sejauh ini yang sudah kita periksa ada 18 orang, dan korbannya 1 orang,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, Senin (21/7/2025).
Dari hasil pemeriksaan para saksi, diketahui bahwa aksi bullying itu dilakukan secara bersama-sama di area belakang sekolah. Perundungan secara fisik ini juga dilakukan dengan tangan kosong oleh ke-18 orang pelaku.
“Memang tidak ada luka serius secara fisik, namun secara psikis korban mengalami trauma,” tegasnya.
Kapolres Blitar pun mengaku telah mengetahui gambar besar kasus bullying tersebut. Pihaknya pun kini terus bergerak secara hati-hati dalam penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini.
AKBP Arif pun meminta agar pihak sekolah lebih peka tentang potensi bullying. Pihak sekolah dan pendidik pun diminta agar lebih ketat dalam pengawasan pergaulan anak sehingga aksi serupa bisa dicegah.
“Tenaga pendidik harus lebih concern terhadap hal-hal seperti itu daerah-daerah di belakang sekolah itu harus dipasang CCTV misalnya,” tegasnya.
Aksi bullying massal terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Doko Kabupaten Blitar. Seorang siswa mendapatkan perundungan dan penganiayaan oleh puluhan rekan se sekolahnya.
Mirisnya aksi perundungan itu direkam oleh sejumlah siswa. Video perundungan itu pun tersebar luas di media sosial.
Terkait video itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengaku sudah mengetahui insiden tersebut. Pihaknya pun telah mendapatkan kronologi singkat soal perundungan yang dilakukan puluhan siswa tersebut.
“Kronologis kejadian, pada hari Jumat sore saya dilapori waka kesiswaan, bahwa pada saat siswa melaksanakan kerja bakti di lingkungan sekolah. terjadi, pada saat istirahat terjadi saling olok olokan, terjadilah keributan,” cerita Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, Minggu (20/7/2025).
Diketahui aksi bullying terhadap seorang siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Doko ini terjadi pada Jumat (18/7/2025) kemarin. Saat itu SMP Negeri 3 Doko memang tengah melaksanakan kerja bakti.
Korban yang merupakan siswa kelas 7 itu pun sempat terlibat saling ejek dengan beberapa teman. Hingga akhirnya keributan meluas dan aksi bullying secara massal pun terjadi.
“Langsung saya minta hari Sabtu untuk mendatangkan semuanya yang terlibat dan dihadiri juga dari pak babinsa, pak Bhabinkamtibmas, pak sekdes. Diputuskan dilanjut di rumah anak kelas 7, dihadiri pak kamituwo dan muncul kesepakatan diselesaikan secara kekeluargaan dengan beberapa permintaan dari ortu kelas 7,” imbuhnya.
Pihak sekolah dan desa pun sudah turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Orang tua korban pun disebut Dinas Pendidikan telah sepakat untuk menyelesaikan insiden ini secara kekeluargaan.
“Permintaannya juga disetujui bersama, yaitu ada beberapa anak yang diminta untuk ada pembinaan lebih lanjut yang ditangani oleh pihak babinsa dan dilanjut besok hari Senin jam 8.00 untuk membuat surat pernyataan bersama,” tandasnya. [owi/beq]






