Blitar (beritajatim.com) – Selama kurun waktu 2023 hingga 2024 ini, ada 18 palang pintu perlintasan kereta api yang terbangun di wilayah Kabupaten Blitar. Belasan palang pintu yang dibangun ini berada di sejumlah perlintasan sebidang di Bumi Penataran.
Pada bulan November 2024 ini, rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar akan menerima bantuan pembangunan 3 palang pintu perlintasan kereta api. Sebelumnya, Pemkab Blitar juga telah menerima 2 bantuan palang pintu perlintasan kereta api (KA) dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
“Informasi yang saya terima, Pemerintah Kabupaten Blitar telah menerima bantuan pembangunan palang pintu dan pos jaga pada 2 perlintasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, dan Insyaallah pada awal bulan November ini akan mulai dibangun lagi palang pintu dan pos jaga pada 3 perlintasan di wilayah Kabupaten Blitar. Jadi, total pembangunan pos jaga dan palang pintu perlintasan kereta api dalam kurun waktu 2023 hingga 2024 yaitu 18,” kata Jumadi, Pj. Bupati Blitar, Senin (4/11/2024).
Meski demikian, masih ada 31 jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api di Kabupaten Blitar yang belum berpalang pintu. Puluhan perlintasan kereta api yang belum berpalang pintu ini tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar.
“Untuk itu, langkah Pemerintah Kabupaten Blitar dalam upaya peningkatan keselamatan perlintasan sebidang kereta api adalah mengajukan permohonan dukungan pembangunan melalui APBD Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, mengajukan permohonan dukungan pembangunan melalui CSR, menganggarkan pembangunan melalui APBD Kabupaten Blitar, serta mengusulkan kepada KAI untuk normalisasi (penutupan) JPL bagi kendaraan roda 4 pada perlintasan yang memiliki lebar jalan kurang dari 2 meter,” imbuhnya.
Diharapkan dengan adanya pembangunan palang pintu perlintasan secara berkelanjutan ini, angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kereta api bisa berkurang. Di sisi lain, warga juga tetap diminta berhati-hati meski pembangunan perlintasan kereta api terus dilakukan.
Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria menyatakan bahwa kehadiran palang pintu kereta api ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat ketiadaan penghalang fisik di perlintasan kereta.
“Kami berharap pengoperasian palang pintu ini dapat membantu mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan saat melewati perlintasan kereta api,” ungkap AKBP Wiwit. [owi/aje]






