Surabaya (beritajatim.com) – Mengingat keadaan bumi, ada banyak kampanye yang dilakukan. Salah satunya adalah Hari Isi Ulang Sedunia pada 16 Juni. Ini merupakan gerakan terhadap kesadaran publik global dalam mencegah polusi plastik untuk membantu orang hidup sambil mengurangi sampah.
Ini menjadi sebuah gerakan global sehingga membentuk kekuatan untuk menciptakan gelombang perubahan sehingga menunjukkan kepada bisnis, merek, dan pemerintah. Tujuannya untuk mengajak melakukan tindakan terhadap plastik dan penggunaan kembali sebagai solusi.
Sedangkan sebagai individu, perubahan kecil mulai bermunculan dan bertambah. Ketika kita memilih untuk menggunakan kembali, maka tentu saja dapat menghemat jutaan keping plastik sehingga mengirimkan pesan ke seluruh dunia menjadi solusi terhadap polusi plastik dan krisis iklim. Adanya kebersamaan untuk dapat menjaga lingkungan, lautan, dan komunitas bebas dari plastik -gratis untuk masa depan.
Adanya kerjasama dengan mitra yang melindungi planet, dan ribuan aktivis sehari-hari di seluruh dunia. Berbagai bisnis, merek, dan pemerintah bergabung dengan revolusi isi ulang dan penggunaan kembali hingga membantu menjadikan plastik sekali pakai dari masa lalu.
Hari Isi Ulang Sedunia dapat kita lakukan untuk memilih dalam penggunaan kembali dan bergabunglah dengan jutaan orang di seluruh dunia mengambil tindakan sehingga mampu mengurangi plastik sekali pakai.
Mulai dari perubahan kecil memilih untuk digunakan kembali. Kemudian, bawa botol air atau cangkir kopi yang dapat digunakan kembali, kita bisa mencoba toko tanpa sampah atau memilih bahan makanan kemasan dengan gratis menjadi buah & sayuran yang longgar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sampah”]
Melakukan inspirasi terhadap perubahan. Selain itu, kita dapat bergabung dengan dengan percakapan di media sosial dan mengajak setiap orang untuk mengambil tindakan dalam mencegah polusi plastik dengan memilih untuk menggunakan kembali #WorldRefillDay.
Ini menjadi sebuah bentuk perubahan terhadap budaya membuang kita mencemari planet sehingga kita perlu mematikan keran hingga menyangkut plastik sekali pakai.
Secara global, kita menggunakan jutaan ton setiap tahun atau lebih jelasnya kita tidak dapat mendaur ulang jalan keluar dari masalah plastik. Pasalnya, plastik tidak hanya mencemari planet.
Namun, berdampak pada komunitas di seluruh dunia serta berkontribusi pada krisis iklim, kemudian masuk ke tubuh kita melalui udara yang dihirup dan makanan yang dimakan. (PRD/ian)






