Blitar (beritajatim.com) – Sudah belasan tahun Pasar Legi Kota Blitar mati suri. Hampir semua kios yang ada lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar pun nampak mangkrak dan terbengkalai tanpa ada perdagang.
Kondisi itulah yang kini coba diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Perlahan tapi pasti Pemkot Blitar kini mulai menunjukkan perhatiannya untuk menghidupkan kembali Pasar Legi yang telah lama mati.
Bahkan Pemkot Blitar berencana mengalokasikan dana sebesar Rp.1 miliar pada tahun 2026 untuk menata ulang Pasar Legi. Suntikan anggaran yang cukup besar tersebut diharapkan bisa menghidupkan kembali Pasar Legi.
“Penataan dilakukan bertahap, kita lakukan penataan pedagang yang di lantai 2. Untuk lantai 1 atau bawah ini tetap, kami mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp. 1 miliar untuk revitalisasi Pasar Legi,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, Kamis (13/11/2025).
Penataan Pasar Legi Kota Blitar ini baru akan dilakukan pada tahun 2026. Nantinya di lantai 2 Pasar Legi akan diberikan ruang untuk pelaku seni musik, tenant – tenant kuliner, coffee maupun pengembangan lainnya. Sehingga berpotensi untuk memunculkan wisata baru yang modern.
“Ini masih proses kajian yang berjalan,” tegasnya.
Investasi Rp 1 Miliar ini tidak akan digelontorkan begitu saja. Parminto menegaskan bahwa saat ini proses kajian mendalam tengah dilakukan. Kajian ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga aspek ekonomi, sosial, dan budaya.
Tujuannya, agar wajah baru lantai 2 Pasar Legi nanti benar-benar memiliki nilai fungsi dan makna yang sesuai dengan kebutuhan masa kini.
“Kami juga melibatkan pedagang, perwakilan warga di lingkungan pasar, komunitas, maupun para pemuda kreatif di Kota Blitar,” tambah Parminto. [owi/aje]







1 Komentar
untuk menghidupkan pasar itu butuh pengunjung yg beli. Pasar diperbaiki sperti apapun kalo minat beli ke pasar tidak ada Yo tetap sepi.