Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 125 wedding organizer yang merupakan aanggota Hastana (Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan) se-Indonesia membahas trend wedding 2023. Hal itu dikemas dalam acara Hastana Indonesia Congress (HIC) 2022 yang berlangsung di hotel RA Suite Simatupang, Jakarta selatan.
Melalui kegiatan Hastana Indonesia Congress (HIC) 2022 dihadirkan Wedding Art Class by Artopologi yang memberikan pandangan baru dengan menggabungkan tatanan keindahan suatu pernikahan dengan instalasi seni art yang biasa terlihat di museum.
Pengetahuan baru mengenai art wedding dapat memberikan inspirasi baru di dunia pernikahan sebagai bagian dari dekorasi. “Peran art wedding bukan menggantikan keindahan dekorasi pernikahan yang sudah sering kita lihat, melainkan untuk memberikan suasana baru yang jauh lebih memiliki nilai artistik dan otentik,” ujar Intan wibisono selaku CEO Artopologi, penggagas Art Wedding.
Selain Art wedding, pengertian, pemahaman serta gambaran akan trend wedding juga di sampaikan oleh Fajar, Owner Rumah Kampung Elite Decorations. Dia memberikan contoh, filosofi yang sangat bisa dijadikan trend wedding di 2023. “Tema warna pastel akan memudar seiring naiknya tema warna bold dengan penataan ruang yang berbeda suasana dan berbeda tema,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wedding-organizer”]
Trend wedding yang didiskusikan pada kegiatan HIC ini menyerap pendapat, pengalaman dan cerita dari 125 wedding organizer anggota Hastana se-Indonesia. Bukan hanya tentang seni dan dekorasi, pembahasan berlanjut dengan tema warna, konsep acara, hingga detail pernikahan lainnya.
“Diharapkan Hastana Indonesia Congress 2022 dapat memberikan visi lebih jauh ke depan bagi pelaku usaha industri pernikahan Indonesia, yang digawangi oleh para penata acara pernikahan/wedding organizer,” ungkap Gandi Priapratama selaku Ketua Umum Hastana Indonesia.
Tidak hanya pembahasan tentang Trend Wedding, Kegiatan Hastana Indonesia Congress 2022 juga menghadirkan Direktur Standarisasi Kompetensi yang memaparkan tentang kemampuan sosok wedding organizer yang membutuhkan kompetensi keahlian yang teruji.
Hal ini diawali oleh pengurus Hastana Indonesia dengan mengadakan sertifikasi Hastana Indonesia untuk materi Basic, Intermediate dan Advanced sebagai landasan awal untuk mempersiapkan proses menuju sertifikasi negara yang dikeluarkan oleh BNSP.
Setelah kegiatan HIC ini, anggota Hastana Indonesia akan menunjukan peningkatan Level standarisasi layanan untuk dalam menangani acara pernikahan clientnya. Masyarakat Indonesia dapat merasakan perbedaan yang jelas dari kemampuan anggota Hastana Indonesia yang tersertifikasi sehingga client akan memberikan kepercayaan tinggi dalam pelaksanaan pernikahan impiannya. [suf/ted]







