Madinah (beritajatim.com) – Sebanyak 118 hotel di Kota Madinah telah dipastikan siap 100 persen untuk menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang dijadwalkan tiba pada Rabu, 22 April 2026. Fasilitas penginapan ini tersebar di tiga wilayah strategis, yakni Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiah (barat), yang seluruhnya berada di bawah pengelolaan lima sektor kerja Daerah Kerja (Daker) Madinah. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan ibadah jemaah, termasuk aksesibilitas cepat menuju Masjid Nabawi selama masa Arba’in.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi menyatakan panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membagi distribusi hotel tersebut sedemikian rupa sehingga tiap sektor akan mengelola antara 22 hingga 26 hotel. Tantangan utama musim haji tahun ini adalah kapasitas jemaah yang masif di tengah karakteristik hotel Madinah yang beragam.
Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Mutaqin, mengonfirmasi bahwa pengecekan fasilitas telah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan semua gedung siap menerima rombongan, termasuk jemaah dari berbagai embarkasi di Jawa Timur yang masuk dalam gelombang pertama.
“Salah satu yang berada di sektor satu adalah hotel berkapasitas 1.800 jemaah atau sekitar 60 kloter,” ujar Zaenal Mutaqin saat meninjau kesiapan hotel di Madinah, Minggu (19/4/2026).
Fasilitas Bintang Tiga dan Peremajaan Inventaris
Kualitas penginapan bagi jemaah tahun ini setara dengan hotel berbintang tiga, di mana setiap kamar akan diisi oleh 4 hingga 5 orang jemaah. Pihak pengelola hotel melakukan peremajaan fasilitas secara besar-besaran, mulai dari penggantian kasur, seprai, hingga karpet koridor untuk memberikan pengalaman menginap yang optimal.
Direktur Operasional Hotel Astoneast, Ibrahim Al Brins, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyambut jemaah haji Indonesia yang mendominasi tingkat okupansi hotel mereka.
“Alhamdulillah, we have this hotel. We are serving all… all… guests, like 80% of the guests are Indonesian, this in Umrah time. And now we have full operation the Indonesian pilgrims. We have everything for them, we have all supporting, we have all service for them. We are ready 100% inshallah,” (Alhamdulillah, kami memiliki hotel ini. Kami melayani semua tamu, sekitar 80% tamu adalah orang Indonesia, ini pada musim Umrah. Dan sekarang kami beroperasi penuh untuk jemaah haji Indonesia. Kami memiliki segalanya untuk mereka, kami memiliki semua dukungan, kami memiliki semua layanan untuk mereka. Kami siap 100% insyaallah), ungkap Ibrahim.
Akses Strategis ke Gerbang Nabawi
Salah satu keunggulan utama akomodasi tahun ini adalah jarak hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Hal ini menjadi kabar baik bagi jemaah lansia dan disabilitas agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan energi yang terjaga.
Ibrahim menambahkan bahwa lokasi hotel mereka hanya berjarak maksimal 400 meter dari akses utama masjid, baik untuk jemaah pria maupun wanita.
“When they will come, we have welcome them. And after that, we changed a lot of things in this hotel; the mattresses, the linen, the carpet in the corridors. And we have everything. We have here in this hotel, we are near to Haram, like 300 to 400 maximum from here to Haram,” (Ketika mereka datang, kami akan menyambut mereka. Setelah itu, kami mengganti banyak hal di hotel ini; kasur, seprai, karpet di koridor. Dan kami memiliki segalanya. Di hotel ini, kami dekat dengan Masjid Nabawi, maksimal sekitar 300 hingga 400 meter dari sini ke Masjid Nabawi), jelasnya.
Dengan kesiapan infrastruktur yang telah mencapai tahap final, Daker Madinah optimis proses kedatangan dan penempatan jemaah pada 22 April mendatang akan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Para petugas di lima sektor kini telah bersiaga penuh di lokasi masing-masing untuk memberikan pelayanan prima kepada tamu Allah. [ian/aje]






