Surabaya (beritajatim.com)- Bagi penggemar drama Korea atau makanan Jepang, rumput laut tentu sudah tidak asing lagi. Lembaran hijau kehitaman ini bukan hanya pelengkap makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai masakan Asia Timur. Di Jepang, rumput laut dikenal dengan nama Kaiso, sedangkan di Korea disebut Gim. Banyak orang penasaran mengapa bahan makanan dari laut ini begitu populer dan istimewa.
Di Jepang, rumput laut sudah dikonsumsi sejak lebih dari 2.000 tahun lalu. Dilansir dari Rimping Supermarket, tidak hanya sebagai makanan, rumput laut juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Karena itu, bahan ini sering hadir dalam hidangan perayaan atau festival. Warna hijau gelapnya juga dianggap melambangkan kehidupan dan pertumbuhan, yang menunjukkan kedekatan masyarakat Jepang dengan alam.
Salah satu rahasia kelezatan masakan Jepang berasal dari Kombu, yaitu jenis rumput laut tebal yang digunakan untuk membuat kaldu Dashi. Kaldu ini menghasilkan rasa gurih alami yang khas pada berbagai makanan Jepang. Tanpa Kombu, hidangan seperti sup miso dan ramen mungkin tidak akan memiliki cita rasa yang begitu terkenal.
Di Korea, rumput laut juga memiliki makna khusus. Ada tradisi makan sup rumput laut bernama Miyeokguk saat ulang tahun. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada ibu karena sup tersebut dipercaya membantu pemulihan setelah melahirkan. Kebiasaan ini berasal dari cerita lama tentang paus yang memakan rumput laut setelah melahirkan untuk memulihkan tenaga.
Ada tiga jenis rumput laut yang paling sering digunakan. Nori biasanya berbentuk lembaran kering untuk membungkus sushi atau kimbap. Wakame memiliki tekstur lembut dan sering dicampurkan ke dalam sup. Sementara Kombu lebih keras dan biasa dipakai sebagai bahan kaldu.
Meski sama-sama menggunakan rumput laut, olahan Jepang dan Korea memiliki sedikit perbedaan. Rumput laut Jepang biasanya lebih tebal dengan rasa alami yang kuat. Sementara di Korea, rumput laut sering dijadikan camilan tipis dan renyah dengan tambahan garam serta minyak wijen.
Selain rasanya yang khas, rumput laut juga dikenal kaya nutrisi. Bahan makanan ini rendah kalori dan lemak, tetapi mengandung banyak mineral penting seperti yodium, kalsium, zat besi, dan serat. Bahkan, beberapa jenis rumput laut disebut memiliki kandungan kalsium lebih tinggi daripada susu.
Menurut penjelasan Rimping Supermarket, mengonsumsi rumput laut dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tiroid, jantung, dan daya tahan tubuh. Karena manfaat itulah, masyarakat Jepang sering mengonsumsi rumput laut setiap hari, baik dalam sup, lauk, maupun camilan.
Korea juga memiliki camilan khas bernama Bugak, yaitu rumput laut atau sayuran yang digoreng dengan lapisan pasta beras ketan. Teksturnya renyah dan rasanya gurih, sehingga banyak disukai sebagai teman makan atau camilan santai. [Wakhdah Alisa Berliana]






