Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 116 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Jawa Timur menjalani pembekalan intensif dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai, dalam pelatihan calon kepala sekolah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) ini mempersiapkan mereka menjadi pemimpin perubahan yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif.
Kelompok 116 calon kepala sekolah ini terdiri dari 25 GTK jenjang SMA, SMK, dan SLB, serta 91 GTK jenjang SMP. Mereka diproyeksikan untuk mengisi kebutuhan kepala sekolah di Jatim, mengingat saat ini masih ada puluhan sekolah yang belum memiliki pemimpin definitif.
Dalam pembekalan itu, Aries secara spesifik menekankan peran strategis para calon pemimpin ini. Ia mengingatkan bahwa kepala sekolah adalah amanah untuk memimpin perubahan, bukan sekadar jabatan administratif.
“Kepala sekolah itu ibarat dirigen orkestra pendidikan. Jika salah kibas, musiknya bisa sumbang. Karena itu, semua perlu belajar bagaimana memimpin dengan tepat nada,” ujar Aries, ditulis Jumat (19/9/2025).
Para calon kepala sekolah dituntut memiliki visi besar, tidak hanya fokus pada tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi agen transformasi untuk mewujudkan sekolah unggul, baik dalam akademik, pembangunan karakter, literasi, maupun adaptasi teknologi.
Aries menegaskan bahwa tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi semakin kompleks. Oleh karena itu, 116 calon kepala sekolah ini harus membekali diri dengan karakter kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan, kreatif mencari solusi, kolaboratif dalam bekerja, dan akuntabel dalam tanggung jawab.
“Anda harus menjadi problem solver, pemimpin yang tidak hanya menunggu instruksi, tetapi mampu menciptakan terobosan inovatif untuk meningkatkan mutu sekolah,” tambahnya.
Meskipun saat ini kebutuhan kepala sekolah yang belum terisi berada di bawah 50 persen, peran vital mereka dalam menentukan arah dan kualitas sekolah menjadikan pelatihan ini prioritas.
Dindik Jatim berkomitmen mendampingi para calon ini agar siap menjadi motor penggerak utama dalam sistem pendidikan.
Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta yang kini merasa lebih termotivasi untuk menjadi pemimpin pendidikan yang berkompeten, berintegritas, dan bermakna. [ipl/suf]






