Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 11 calon rektor Universitas Airlangga (Unair) memaparkan gagasan dan program kerjanya dalam Uji Masyarakat Kampus yang digelar di Garuda Mukti, Unair C Surabaya, pada 11-13 Mei 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada civitas akademika, alumni, dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat visi, misi, dan program kerja para calon pemimpin Unair untuk lima tahun mendatang.
Wakil Ketua Pemilihan Rektor Unair, Hadi Subhan, menjelaskan bahwa uji masyarakat kampus ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara calon rektor dan seluruh pemangku kepentingan Unair.
“Uji masyarakat kampus ini dilakukan agar civitas akademika mengetahui program-program para calon rektor, dan tercipta interaksi di antara mereka,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Presentasi para calon rektor dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari guru besar Unair dari fakultas yang tidak memiliki calon rektor, untuk menjaga objektivitas penilaian. Penilaian bersifat kualitatif dan akan dipertimbangkan oleh senat akademik dalam proses fit and proper test.
Dari 11 calon, nantinya akan dipilih tiga calon terbaik untuk kemudian dipilih oleh Majelis Wali Amanat. Jadwal presentasi dibagi menjadi tiga hari. Hari pertama ada empat calon, hari kedua ada empat calon, dan hari ketiga terdapat tiga calon.
Hadi Subhan menambahkan, pemilihan rektor baru ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan peningkatan kualitas pendidikan Unair. “Ini tantangan besar, karena mempertahankan prestasi lebih sulit daripada mengejarnya,” imbuhnya.
Tantangan lain yang harus dihadapi rektor terpilih adalah masalah pendanaan. Dengan adanya kebijakan efisiensi dan larangan kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal), rektor terpilih perlu mencari sumber pendanaan alternatif, seperti hilirisasi produk dan kerja sama dengan industri dan masyarakat.
Pemilihan Rektor Unair direncanakan selesai pada Juni 2025. Uji masyarakat kampus ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses tersebut. [ipl/ted]






