Surabaya (beritajatim.com) – Sebelum memasuki dunia perkuliahan, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu jurusan yang akan diambil. Berikut ini beberapa jurusan langka di Indonesia beserta prospek kerjanya yang bisa menjadi bahan pertimbangan.
Jurusan yang jarang ditemui dan jumlahnya terbatas di Indonesia, secara logika memiliki lulusan sedikit sehingga kesempatan kerjanya menjadi lebih besar. Penasaran apa saja jurusan langka di Indonesia?
Berikut 10 jurusan langka yang hanya ada 1 di Indonesia.
1. Jurusan Teknik Nuklir di UGM
Jurusan teknik nuklir hanya bisa ditemukan di UGM. Salah satu tujuan mengapa UGM membuka jurusan ini adalah untuk mewujudkan program nuklir nasional. UGM bekerjasama dengan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) sejak 5 Desember 1974 yang kemudian diperpanjang pada tanggal 22 Februari 1978.
Peluang kerja lulusan teknik nuklir antara lain dapat bekerja di lembaga pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPPETEN), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, serta industri, baik itu BUMN maupun swasta.
2. Jurusan Astronomi di ITB
ITB masih menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang membuka jurusan Astronomi. Salah satu hal yang menarik dari jurusan ini adalah akses langsung untuk belajar di observatorium. Hal ini juga berkaitan dengan sejarah penuntukan atas Observatorium Bosscha ITB pada tahun 1923. Kelahiran program studi Astronomi ITB secara formal ditandai oleh pelantikan G. B. van Albada sebagai Profesor Astronomi pada tahun 1951.
Prospek kerja sarjana Astronomi sangat luas selain menjadi astronom yang memang memiliki jenjang karir hingga bisa bekerja di lembaga antariksa dunia. Seorang sarjana jurusan ini bisa juga menjadi penulis atau editor media sains, akademisi, peneliti, analyst, bekerja di lembaga pemerintahan, seperti kementrian pertahanan, kementerian komunikasi, dan lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
3. Jurusan Sastra Belanda di UI
Jurusan Satra Belanda hanya ada di UI. Jurusan ini sudah ada di FIB UI sejak 40 tahun silam. Singkatnya pada 1 Februari 1949 pada Fakultas Sastra Nood-Universiteit (universitas darurat)-Universiteit van Indonesië, yang sekarang adalah UI, dibuka jurusan khusus Bahasa dan Kesusastraan Belanda yang merupakan jurusan keenam di fakultas tersebut.
Lulusan Sastra Belanda memiliki prospek kerja yang terbilang cukup luas. Selain bekerja sebagai penerjemah bahasa Belanda, baik untuk kepentingan negara maupun swasta, lulusannya juga bisa bekerja sebagai penulis, novelis, content writer, hingga staff di Kementrian Luar Negeri, entrepreneur, dan tentunya akademisi.
4. Jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen di IPB
IPB University punya satu jurusan unik yang mempelajari tentang pengembangan dan pemberdayaan keluarga, yaitu Ilmu Keluarga dan Konsumen. Departemen ini menjadi salah satu departemen di IPB yang berdiri pada 2005. Jurusan ini memiliki disiplin ilmu untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan memfokuskan pada pengembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen.
Karena mempelajari mengenai keluarga dan konsumen, jurusan ini memiliki peluang sangat luas. Seperti menjadi akademisi, peneliti di bidang humaniora, spesialis riset pemasaran dan konsumen, manager target pemasaran, pegawai pemerintah seperti kementrian pemberdayaan ibu dan anak, serta lainnya.
5. Jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan di ITERA
Jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan merupakan bagian dari Ilmu Astronomi. Di ITERA jurusan ini baru ada sejak tahun 2018, menyanggupi surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 26/KPT/I/2018 Tanggal 10 Januari 2018 merupakan program studi baru di Institut Teknologi Sumatera yang yang akan dibuka pada tahun akademik 2018/2019.
Prospek kerjanya hampir sama dengan jurusan astronomi, mencakup akademisi, penelitian, analyst, penulis dan editor, serta lembaga pemerintahan yang berkaitan dengan ilmu antariksa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliah”]
6. Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan di UNAIR
Menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, Universitas Airlangga membuka jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan. Unair memiliki misi menjadikan program ini sebagai studi sarjana Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan yang inovatif, unggul, dan terkemuka tingkat nasional dan internasional, serta berperan dalam aktif dalam usaha mensejahterakan bangsa berdasar moral agama.
Jurusan ini memiliki prospek kerja yang sangat luas. Mulai dari insinyur perangkat lunak, data scientist, programmer atau software peveloper, hingga akademisi dan peneliti.
7. Jurusan Teknik Transportasi Laut di ITS
Jurusan Teknik Transportasi Laut di ITS mempelajari tiga fokus utama yaitu pelayaran, pelabuhan dan logistik di dunia maritim. Transportasi laut memang penting untuk menyiapkan perjalanan yang aman sebagai penghubung antar pulau. Untuk itu, pembelajaran berhubungan tentang hal-hal teknis saja, tetapi juga aspek politik, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.
Untuk itu, prospek kerja jurusan ini cukup luas, yakni industri pelayaran, pelabuhan, logistik, dan lain-lain.
8. Jurusan Manajemen Industri Katering di UPI
Manajemen Industri Katering hanya ada di UPI. Jurusan ini membahas tentang manajemen operasional usaha kuliner mulai perencanaan, pengelolaan, hingga pemasaran.
Dengan pengetahuan yang berfokus pada manajemen industri kuliner yang didapat, lulusan prodi ini akan sangat menonjol untuk berkarir di industri food & beverages, baik di perhotelan, restoran, dan lainnya.
9. Jurusan Rekayasa Nanoteknologi di UNAIR
Melansir laman resmi Unair, jurusan rekayasa nanoteknologi merupakan program studi yang fokus mempelajari pengembangan nanoteknologi dalam bidang media, energi dan lingkungan, serta industri dan komputasi. Salah satu contoh produk nanoteknologi adalah pakaian berserat khusus yang membuat pemakainya bisa tetap hangat pada musim dingin.
Prospek kerja sebagai lulusan jurusan ini cukup luas. Seperti menjadi peneliti, tenaga ahli, entrepreneur, konsultan, akademisi, hingga bekerja untuk lembaga pemerintahan pada sektor pengembangan teknologi.
10. Teknologi Batik di UNIKAL
Sebagai salah satu kota penghasil batik terbesar di Indonesia, Pekalongan melalui Universitas Pekalongan menyediakan jurusan teknologi batik. Hal ini usai Universitas Pekalongan (UNIKAL) mendapat Mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang didirikan atas Mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 363/E/T/2011 tentang Pembukaan Program Studi (S1) Teknologi Batik pada Universitas Pekalongan,
Jurusan Teknologi Batik tentu memiliki prospek kerja yang berhubungan dengan batik dan industri batik. Namun tidak menutup kemungkinan bisa bekerja untuk lembaga pemerintahan dalam program pelestarian batik.
Demikianlah jurusan yang langka di Indonesia serta prospek kerjanya. (kai/ian)






