Bondowoso (beritajatim.com) – Jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Bondowoso yang tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci kembali bertambah.
Setelah sebelumnya tiga jamaah dipastikan belum bisa berangkat karena faktor kesehatan, kini satu jamaah lain dari kloter 87 juga harus menjalani penundaan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono mengatakan, jamaah tersebut atas nama Syahwati (61) yang mengalami kelelahan dan dehidrasi sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
“Jamaah kloter 87 mengalami kelelahan dan dehidrasi sehingga masuk rumah sakit dan keberangkatannya ditunda. Namun kondisinya sudah mulai membaik,” ujarnya, Kamis (14/5/2026) malam.
Selain Syahwati, jamaah lanjut usia atas nama Nawawi Syamsul Arifin (87) juga masih menjalani perawatan akibat penyempitan pembuluh darah dan kondisi kelelahan. Astono memastikan kondisi Nawawi berangsur membaik meski belum diperbolehkan berangkat.
“Pak Nawawi mengalami penyempitan pembuluh darah dan kelelahan. Alhamdulillah sudah membaik, tetapi masih tunda berangkat,” katanya.
Nawawi diketahui merupakan warga Jalan RE Martadinata Nomor 5 RT 25 RW 05, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso. Ia lahir pada 17 Agustus 1939.
Sebelumnya, Kemenhaj Bondowoso menyebut tiga jamaah yang tertunda keberangkatannya yakni Nawawi Syamsul Arifin (87), Abdul Manaf (69), dan Burya Muhammad. Dua nama pertama tertunda karena sakit dan harus dirawat di rumah sakit haji.
Sementara Burya Muhammad semula memilih menunda keberangkatan karena mendampingi suaminya, Abdul Manaf, yang sedang menjalani perawatan. Namun belakangan, Burya akhirnya memutuskan tetap berangkat lebih dahulu ke Tanah Suci bersama kloter 87 Bondowoso.
“Atas dukungan keluarga, yang bersangkutan bertekad berangkat lebih dulu ke Tanah Suci malam ini bersama kloter 87 Bondowoso,” jelas Astono.
Ia menambahkan, seluruh pasien saat ini telah mendapatkan penanganan medis yang baik dan masing-masing sudah didampingi keluarganya selama menjalani perawatan.
“Penanganan pasien alhamdulillah bagus dan masing-masing pasien sudah didampingi keluarganya,” pungkasnya. (awi/ted)






