Malang (beritajatim.com) – Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno menduga kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang berasal dari sisi selatan lalu meluas ke utara. Api cepat menyambar karena material terbakar merupakan sampah yang memiliki kandungan gas metana.
Dugaan awal ada orang membakar sampah lalu percikan bara api terbawa tiupan angin ke utara hingga si jago merah meluas.
“Dari wilayah selatan ada orang membakar sampah lalu percikan bara api terbawa tiupan angin ke utara. Secara teknis karena disini adalah tumpukan sampah, maka memicu gas metana dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api mudah membesar,” kata Prayitno.
Data sementara luasan area terdampak sekitar 1 hektare. Pemadaman terus dilakukan termasuk upaya pendinginan di area yang sudah padam agar tidak muncul api lagi. Sebab, di sisi barat bagian bawah muncul titik api baru.
“Angin kencang serta akses air menjadi kendala. Kami telah berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk bisa mengirimkan mobil water canon termasuk unit Damkar dari pabrik Bentoel dan Universitas Brawijaya untuk mendukung pemadaman,” ujar Prayitno.
Prayitno menyebut bahwa titik api pertama kali diketahui pukul 13.00 WIB, pada Rabu, (21/10/2026). Dalam upaya pemadaman setidaknya 50 personel dan beberapa relawan termasuk BPBD Kota Malang dikerahkan.
“Untuk Damkar Kota Malang, menerjunkan enam unit mobil pemadam dan Damkar Kabupaten Malang juga membantu dengan mengirimkan dua unit mobil pemadam,” kata Prayitno.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, untuk potensi munculnya api baru disebabkan pada tumpukan sampah yang masih menyimpan bara api pada bagian bawah. Saat ini, proses pemadaman dilakukan secara total dan menyeluruh.
“Tentu ini menambah kesulitan, karena tumpukan sampah mengandung gas metana dan beberapa kali sempat ada suara ledakan. Selain itu jika dipadamkan pada bagian atasnya, masih ada titik api tersembunyi di bagian bawah yang belum diketahui berapa kedalamannya,” ujar Pandu.
Pandu meminta warga tetap tenang karena lokasi kebakaran berada di radius yang jauh dari permukiman warga. Saat ini untuk mencegah api tidak semakin meluas, tim Damkar telah melakukan langkah-langkah teknis dengan pembasahan dan membuat sekat.
“Upaya yang dilakukan, kami terus melakukan penyekatan dengan melakukan pembasahan pada titik yang belum terbakar. Tujuannya, supaya menyekat perambatan api agar tidak meluas,” kata Pandu. (luc/aje)






