Surabaya (beritajatim.com) Seorang Ayah di Surabaya berinisial RG (66) membacok dua anaknya Renaldy (27) dan Renata (31), Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.30 di Gereja Galilea Dukuh Pakis. Peristiwa berdarah itu diduga dipicu oleh permasalahan sertfikat rumah yang dibawa oleh Renaldy dan Renata.
“Dia (RG) mengajak bicara kakak saya dan meminta surat atau sertifikat bangunan (Atas nama ibu) yang ia cari dengan nada marah,” kata Reynaldi, Rabu (21/10/2026).
Saat itu gereja sedang ada penuh oleh jemaat yang beribadah. Renata lantas mengajak RG ke luar area gereja agar tidak mengganggu jemaat lainnya. Obrolan kian memanas. Ditengah obrolan pelaku lantas mengeluarkan sebuah celurit dari balik jaket.
“Ayah saya tidak terima lalu mengeluarkan celurit dan membacok kakak saya secara membabi buta,” imbuh Reynaldi.
Reynaldi yang melihat kakaknya dibacok secara membabi buta lantas berlari dan memeluk korban. Tangan kanan Reynaldi sempat menepis tangan RG yang membawa celurit. Namun naas, bukannya berhenti RG malah mengayunkan celurit ke arah kepala dan punggung Reynaldi.
“Kakak saya sampai sekarang masih menjalani perawatan di dr Soetomo karena luka di tangan kanan sangat dalam. Kemarin sempat menjalani transfusi. Kalau saya mengalami luka di kepala sama punggung,” jelasnya.
Reynaldi menceritakan, ayah dan ibunya sudah bercerai sekitar tahun 2023. Ayahnya sudah menikah lagi sekitar tahun 2024. Atas kejadian ini ia meminta agr pihak penegak hukum memberikan vonis seadil-adilnya.
“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Sebagai anak laki-laki, saya sangat sakit hati melihat kakak saya dilukai seperti itu. Tidak ada pembenaran bagi seorang pria melukai wanita, apalagi terhadap anak kandungnya sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Iptu Wahyu ZN mengatakan saat ini RG telah ditahan di POlrestabes Surabaya.
“Langsung menyerahkan diri (pelaku) sekarang sedang ditahan di Polrestabes Surabaya,” pungkasnya. (ang/aje)






