Malang(beritajatim.com) – Aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di Alun-alun Tugu Kota Malang berlangsung kondusif pada Rabu, (21/10/2026). Massa yang membawa tuntutan evaluasi kinerja pemerintahan Presiden dan Wapres RI Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berjalan damai.
Massa yang didominasi oleh mahasiswa, warga sipil hingga buruh ini melakukan orasi secara bergantian. Mereka juga membentangkan sejumlah poster tuntutan dan kritik. Setelah demonstrasi, masa membubarkan diri dengan tertib tanpa terlibat friksi dengan aparat keamanan yang berjaga.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo melalui Kabag Ops Kompol Rizki Julianda Putera Buna memuji aksi pendemo yang mampu menjaga ketertiban selama aksi. Massa yang datang sejak pukul 15.00 WIB membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 18.00 WIB.
“Rutam Nuwus hebak (terima kasih untuk semuanya) semua yang terlibat baik nawak-nawak Ngalam, masyarakat, mahasiswa saat aksi Apresiasi Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, umak mbois sudah mempertahankan kondusivitas Kota Malang,” kata Rizki.
Dalam pengamanan ini, setidaknya 250 personel polisi diterjunkan. Ratusan personel ini untuk memastikan penyampaian aspirasi secara tertib dan aman. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dihormati.
“Sesuai arahan dari pimpinan, semua personel yang terlibat dalam pelayanan pengamanan aksi mengutamakan komunikasi serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu gesekan. Harapan kami, Bumi Arema tetap menjadi kota yang aman, damai, dan sejuk. Aspirasi boleh disampaikan, ketertiban dan saling menghormati harus tetap dijaga,” ujar Rizki.
Sebelumnya, Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham mengatakan bahwa mereka membawa beberapa poin tuntutan menyikapi isu nasional yang sedang berkembang. Mulai dari kebakaran hutan, kelangkaan BBM disejumlah daerah hingga kondisi ekonomi yang dirasa tidak baik-baik saja.
“Kami fokus mengkampanyekan isu publik yang harapannya permasalahan hari ini tidak hanya membawa serapan permasalahan demokrasi. Tapi kelangkaan BBM, kenaikan harga pangan, IHSG anjlok, kemudian juga program MBG dan KDMP yang perlu dievaluasi. Proyek strategis nasional perlu dibenahi yang akhirnya pemerintah harus berbenah,” kata Ilham. (luc/aje)






