Surabaya (beritajatim.com) – Fakta mencengangkan mengungkap bahwa 1 dari 3 anak Indonesia berisiko kekurangan zat besi, padahal nutrisi ini sama pentingnya dengan DHA untuk mendukung daya pikir optimal. Ironisnya, survei menunjukkan 50% ibu tidak menyadari dampak buruk kekurangan zat besi pada kepintaran anak. Menanggapi kondisi ini, SGM Eksplor terus berinovasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zat besi.
“Perkembangan otak anak sangat tergantung pada asupan nutrisi. Selain DHA, zat besi juga merupakan mikronutrisi penting untuk mengoptimalkan kepintaran anak, terutama fokus dan memori belajar,” ujar Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, Dokter Gizi Medik.
Penelitian SEANUTS II menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi zat besi anak Indonesia hanya 65,8% dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang disarankan.
“Untuk memenuhi asupan zat besi, berikan gizi seimbang dari protein hewani dan lengkapi dengan Vitamin C untuk penyerapan optimal. Susu pertumbuhan terfortifikasi juga bisa menjadi pilihan,” jelas dr. Dian.
Studi menunjukkan susu pertumbuhan terfortifikasi memiliki lebih banyak nutrisi penting seperti Zat Besi, Vitamin C, DHA, dan Minyak Ikan dibandingkan susu cair biasa. Pemberian susu pertumbuhan terfortifikasi pada anak usia 1-3 tahun terbukti bantu penuhi kebutuhan zat besi harian sesuai AKG lebih baik.
SGM Eksplor hadir dengan inovasi nutrisi IronC(™), kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, yang teruji bantu penyerapan zat besi dua kali lipat, serta dilengkapi DHA. “SGM Eksplor adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan IronC(™),” kata Amir Aziz, Brand Manager SGM Eksplor.
Penelitian menunjukkan konsumsi rutin SGM Eksplor dapat mendukung 100% kecukupan zat besi harian anak sesuai AKG.
“Kami berharap semakin banyak orang tua yang bijak memilih susu pertumbuhan untuk melengkapi nutrisi si kecil, terutama zat besi,” tambah Amir Aziz.[rea]






