Ngawi (beritajatim.com) – Total sudah 1.990 hektar hutan Gunung Lawu rusak terbakar per 4 Oktober 2023. Tak hanya Ngawi, jumlah itu termasuk Magetan dan Karanganyar Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gathot Soebroto mengatakan bahwa dari pantauan udara, citra satelit, hingga diimplementasikan di peta wilayah. Sekaligus, hasil rakor lintas wilayah di Lapangan Ajinegoro Desa Sidorejo, Kendal, Ngawi pada 4 Oktober 2023.
“Untuk luasan wilayah Ngawi total 1.250 hektar yang terdampak. Ini dari tanggal 30 Agustus 2023 hingga 4 Oktober 2023. Kemudian, wilayah Magetan dan Karanganyar terdampak dari kebakaran yang terjadi sejak 29 September 2023, Magetan 700 hektar dan Karanganyar 40 hektar,” terang Gathot.
Saat ini, kondisi api masih ada di kawasan wilayah Ngawi yang sudah masuk wilayah Karanganyar. Sementara, sebagin api di wilayah Magetan masih belum padam.
Sebelumnya diberitakan, Komandan Kodim 0805 Ngawi sekaligus Komandan Satgas Penanganan Karhutla Gunung Lawu Letkol Arm Didik Kurniawan mengungkapkan upaya water bombing yang dilakukan di Petak 41 (sebelumnya ditulis 42) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Campurejo masuk Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi berjalan efektif.
Dari pantauan pasukan darat, sebanyak 17 kali siraman dalam sekali terbang, sudah cukup efektif mengurangi api yang menjalar ke kawasan bawah atau menuju ilaran dekat hutan produksi.
“Water bombing tadi pagi mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Pantauan dari pasukan darat, sudah cukup efektif. Bisa dilihat kepulan asap sudah mulai berkurang di RPH Campurejo,” kata Didik saat ditemui di Lapangan Desa Sidorejo, Kendal, Ngawi, Jawa Timur, Rabu (4/10/2023).
Selanjutnya, pada kloter berikutnya dilakukan support pemadaman titik api Gunung Lawu yang masuk di kawasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Karena, masuk dalam prioritas.
“Pengambilan air tetap dari Sengon Hill. Support pemadaman ini berdasarkan dari rapat koordinasi lintas wilayah. Yakni dari Ngawi, Magetan, dan Karanganyar di Jawa Tengah. Diputuskan bahwa pada penerbangan di sore hari ini difokuskan bombing di wilayah Karanganyar,” lanjut mantan Komandan Batalyon Artileri Medan 12 Ngawi itu.
Meski sementara tak ada support pemadaman dari udara, pihaknya tetap mengerahkan 200 orang pasukan darat untuk memantau dan melakukan penanganan di titik api yang belum benar-benar padam. “Khususnya yang masih terdapat bara api, kalau terkena angin lagi kan bisa menyala lagi jika kondisi cuaca angin. Kemudian, saat ini tidak ada laporan muncul titik api di lokasi lain,” pungkasnya. [fiq/kun]
BACA JUGA: Imbas Karhutla Gunung Lawu, Belum Ada Satwa Liar Turun ke Pemukiman Warga Ngawi






