Lumajang (beritajatim.com) – Cakupan kepesertaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus diperluas.
Sebanyak 1.456 pekerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Mereka merupakan pekerja di 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumajang yang belum mendapat fasilitas jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lumajang Delistyana Diah Vianty mengatakan, saat ini terdapat 89 SPPG yang sudah beroperasi.
Telah ada 60 SPPG yang sudah memfasilitasi seluruh pekerjanya dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Jadi, 29 SPPG sekarang kita prioritaskan agar segera didaftarkan program BPJS. Satu SPPG itu kurang lebih ada 50 pekerja,” terang Delistyana di Lumajang, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, iuran untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi pekerjaan SPPG hanya berkisar Rp16.800 per orang setiap bulan.
Adapun, biaya itu sudah mencakup dua program jaminan kecelakaan kerja (JKK) serta jaminan kematian (JKM).
“Nominalnya memang kecil, tapi ini penting untuk melindungi para pekerja dengan berbaga resiko yang ada,” tambahnya.
Kasubbag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember Suhaidi menjelaskan, jaminan perlindungan kerja sangat penting bagi relawan serta pekerja dapur MBG.
Sebab, relawan dan petugas SPPG secara langsung terlibat dalam aktivitas operasional dapur yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi.
“Untuk BPJS Ketenagakerjaan sudah jelas ya itu hak bagi seluruh relawan yang dibayarkan dari operasional dapur tanpa mengurangi insentif relawan sedikitpun,” ungkap Suhaidi. (has/but)






