Bojonegoro (beritajatim.com) – Sudah ada 7 orang yang menjabat ketua RT di Kelurahan Kadipaten Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro berakhir meninggal dunia. Hal itu menjadi misteri bagi pemerintah desa maupun warga setempat.
Bahkan sekarang tidak ada lagi yang berani menjabat sebagai ketua RT. Untuk mengungkap misteri itu, sejumlah tokoh masyarakat berusaha melakukan penelusuran dengan cara supranatural. Penelusuran misteri itu dibantu oleh Santri Matoh.
Menurut salah seorang perwakilan tokoh masyarakat di Kecamatan Bojonegoro itu, misteri adanya 7 orang yang meninggal saat menjabat ketua RT itu menurut informasi yang dia peroleh, ada hubungannya dengan dua makam yang berada di kompleks gereja desa setempat.
“Untuk menelisik siapa sebenarnya yang dimakamkan di halaman gereja. Hal itu merupakan gandeng renteng dengan peristiwa yang selama ini menjadi pemangku di lingkungan, selalu ditimbali Allah SWT,” ujarnya, dalam video YouTube yang diunggah oleh akun Santri Matoh.
Dua makam yang berada di kompleks gereja itu diduga merupakan asal mula misteri meninggalnya 7 orang yang menjabat ketua RT di desa wilayah Kecamatan Bojonegoro itu. Sehingga, warga selanjutnya berinisiatif akan ditempatkan yang lebih layak serta dilakukan pembenahan.
Supranatural dari Santri Matoh, Agus sebelum melakukan mediasi berpesan kepada sejumlah warga yang menyaksikan itu untuk merawat dengan baik makam tersebut. Ia juga meminta, jika dalam makam tersebut masih ada jasadnya, bisa dirawat dengan baik dan selalu didoakan.
Mediator pertama dirasuki oleh siluman ular yang mengaku berada di makam tersebut karena permintaan orang-orang yang serakah. Pejabat desa terdahulu meminta agar masyarakat desa setempat bisa berkecukupan harta. Perjanjian untuk memperkaya masyarakat desa itu dinilai belum selesai hingga sekarang.
“RT yang meninggal itu juga ada hubungannya, karena mereka yang turut menyepakati kesepakatan, dulu sebagai pemimpin doa. Biarkan mereka merasakan perjanjian itu,” ujar mediator yang kesurupan siluman ular itu.
BACA JUGA:
Arwah Korban Ledakan Petasan Blitar Datangi Warga, MUI : Itu Hal Gaib
Arwah Korban Ledakan Petasan Blitar Minta Potongan Tubuh Disatukan
Arwah Korban Ledakan Petasan Blitar Datangi Warga
Siluman ular itu sendiri mengaku bukan berasal dari daerah setempat, namun karena atas permintaan orang-orang yang serakah kemudian berpindah. Menggantikan jasad orang beragama yang dimakamkan di kompleks gereja tersebut.
“Makam itu dulu ada jasadnya. Jasad orang beragama, sekarang sudah pindah. Saya gantikan,” lanjut mediator sembari bertingkah seolah seperti ular.
Selain siluman ular blorong, juga terdapat siluman kera emas yang menjaga makam keramat tersebut. Setelah dilakukan negosiasi, penunggu makam itu akhirnya bersepakat untuk mencabut perjanjian itu. Beberapa siluman penjaga makam oleh kelompok Santri Matoh dikembalikan ke tempat asalnya.
Namun, ada beberapa syarat yang diajukan, diantaranya para peziarah yang datang ke makam tersebut hanya boleh mendoakan dan tidak meminta, selain kepada Allah SWT. Terlepas dari percaya atau tidaknya. Pembuat konten juga telah mencantumkan bahwa video tersebut dibuat semata-mata untuk konten hiburan dan edukasi. [lus/but]






