Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah derasnya arus digital yang membuat interaksi serba instan, kebutuhan akan ruang kolaborasi nyata bagi generasi muda justru semakin penting. Berangkat dari semangat itu, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menghadirkan Youthpact 2026, sebuah ajang yang tidak hanya menjadi pameran komunitas, tetapi juga ruang bertemu, berjejaring, dan membangun dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Plaza St. Agustinus, UKWMS Kampus Dinoyo, Selasa (9/6/2026), mengangkat tema “A Space for Youth Communities to Connect, Collaborate, and Create Impact.” Tema tersebut menjadi representasi semangat anak muda Surabaya untuk saling menghubungkan ide, memperluas relasi, sekaligus melahirkan berbagai gerakan sosial yang berkelanjutan.
Ketua Pelaksana Youthpact 2026, Arvel, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan beragam komunitas sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya terlibat dalam aktivitas yang produktif.
“Tema ini bertujuan membuka peluang networking sekaligus meningkatkan awareness terhadap komunitas yang ada di Surabaya. Kami ingin mendorong generasi muda terlibat aktif dalam kegiatan positif, kreatif, dan berdampak, baik di bidang sosial, pendidikan, pengembangan diri, lingkungan, maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar, namun belum mengetahui wadah yang tepat untuk menyalurkan minat dan kemampuannya. Melalui Youthpact 2026, berbagai komunitas dipertemukan dengan mahasiswa dan masyarakat agar tercipta kolaborasi yang lebih luas.
Tidak hanya menjadi agenda kemahasiswaan, kegiatan ini juga merupakan implementasi pembelajaran komunikasi yang diterapkan secara langsung di lapangan. Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS, Lilies Rolina, menegaskan bahwa kemampuan membangun jejaring merupakan salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki mahasiswa komunikasi.
“Sebagai anak komunikasi, kita harus mengetahui dan memahami bagaimana cara membangun networking. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan kehadiran komunitas maupun brand yang terlibat sebagai sarana belajar dan memperluas relasi profesional,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa ilmu komunikasi tidak berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata melalui penyelenggaraan sebuah event yang melibatkan banyak pihak dan menghasilkan kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi juga datang dari para peserta dan komunitas yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Ketua Forum Anak Surabaya, Moh Isam Arzaq, mengaku bersyukur karena generasi muda mendapatkan ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan aspirasi.
“Kami sangat bersyukur diberikan ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan diri. Anak muda Surabaya patut bangga karena memiliki wadah untuk bersuara dan menunjukkan kontribusinya bagi kemajuan kota maupun Indonesia,” katanya.
Suasana kolaboratif semakin terasa dengan hadirnya berbagai komunitas kepemudaan dan organisasi sosial yang membuka stan interaktif. Di antaranya AIESEC, Komindo, Beasiswa Mahagora, Muda Mahir Community, Surabaya Toastmasters, Koko Cici Jawa Timur, Plato Foundation, Novaloka Cakrawala, hingga Kreasi Pemuda Tanpa Batas.
Keberagaman komunitas tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal berbagai program pengembangan diri, kepemimpinan, pendidikan, hingga peluang berkontribusi dalam kegiatan sosial dan internasional.
Perwakilan AIESEC, Adinda Noni, berharap momentum Youthpact 2026 mampu menjadi pemicu lahirnya generasi muda yang lebih berani keluar dari zona nyaman dan siap bersaing di tingkat global.
“Harapan kami, pemuda UKWMS maupun Surabaya terus mengembangkan leadership skills, personal skills, dan hard skills. Melalui program seperti student exchange, kami ingin anak muda tidak hanya memberi dampak di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Jangan takut keluar dari comfort zone,” ujarnya. [fyi/aje]






