Surabaya (beritajatim.com) – Program pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus kembali digelar oleh YESNOW melalui ajang kreatif di SLB Negeri Pandaan. Kegiatan ini membuka ruang ekspresi sekaligus peluang kerja bagi siswa melalui berbagai kompetisi keterampilan.
“Kami ingin adik-adik di SLB bisa lebih percaya diri melalui fashion show, make up, dan membatik. Antusiasme mereka luar biasa sejak proses persiapan,” kata Sekretaris Direktur YESNOW, Yuniar Ayu, Selasa (14/4/2026).
Sebanyak 36 siswa mengikuti kompetisi yang terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari fashion show, make up, membatik, hingga menjahit. Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 80 peserta dari jenjang TKLB hingga SMALB.
“Semua proses dikerjakan langsung oleh anak-anak. Mulai dari membatik, menjahit, hingga hasil akhirnya ditampilkan dalam fashion show hari ini,” ujar Kepala SLB Negeri Pandaan, Ifa Every Robiansyah.
Ifa menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program vokasi sekolah. Siswa dibekali keterampilan melalui program VISIBLE yang mencakup berbagai bidang kreatif. “Kegiatan seperti ini menjadi cara agar potensi mereka bisa dilihat dan didengar,” tegasnya.
Menurut Yuniar, program ini juga bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Dukungan yang tepat dinilai mampu mendorong kemandirian mereka di masa depan. “Mereka punya kelebihan yang kadang bahkan tidak dimiliki orang lain. Batik yang mereka buat sangat bagus,” ujarnya.
Selain kompetisi, YESNOW juga menghadirkan peluang kerja bagi peserta. Perusahaan membuka kemungkinan rekrutmen bagi siswa yang memiliki potensi sesuai kebutuhan industri. “YESNOW ingin memberi ruang ekspresi, apresiasi, dan akses kerja. Beberapa karyawan kami juga berasal dari latar belakang berkebutuhan khusus,” imbuhnya.
Sementara itu, Brand Ambassador YESNOW, Zoe Levanya, mengapresiasi hasil karya para siswa. Dia menyebut kualitas karya peserta menunjukkan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Menurut saya, membatik itu sangat menantang. Tapi hasil karya mereka rapi dan bagus. Busana yang ditampilkan di fashion show benar-benar hasil kerja siswa SLB,” ungkapnya.
Zoe berharap kegiatan ini mampu mengubah stigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kesempatan menjadi kunci agar potensi mereka bisa berkembang. “Banyak orang masih memandang anak SLB sebelah mata. Padahal mereka mampu dan punya kelebihan di banyak hal. Mereka hanya butuh kesempatan,” pungkasnya. [asg/kun]






