Lamongan (beritajatim.com) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lamongan nomor urut 2, Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara, yang dikenal dengan sebutan Yes-Dirham, dinilai lebih unggul dalam debat perdana Pilkada 2024.
Debat ini berlangsung dengan tema “Strategi Memajukan Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamongan,” meliputi sub tema pendidikan, kebudayaan, infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (Unisla), Abid Muhtarom, mengamati bahwa debat berjalan dengan baik, di mana kedua pasangan berhasil memaparkan visi dan misi mereka.
Namun, Abid menekankan bahwa duet Yes-Dirham lebih jelas dan terstruktur dalam menyampaikan program-program yang mereka tawarkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Kabupaten Lamongan ke depan.
“Pasangan nomor urut 1, Pak Abdul Ghofur dan Firosa Shalati, cenderung lebih fokus pada pembacaan visi dan misi secara umum. Di sisi lain, pasangan Yes-Dirham memberikan penjelasan yang lebih rinci dan inovatif tentang program kerja mereka,” jelas Abid, Sabtu (26/10/2024).
Yes-Dirham juga mengedepankan hasil kerja nyata dari periode pertama kepemimpinan Yuhronur, meskipun hanya efektif menjabat selama 3,5 tahun. Salah satu prestasi penting yang mereka tunjukkan adalah penurunan signifikan angka stunting di Kabupaten Lamongan.
Dari 27 persen pada tahun 2022, angka stunting berhasil turun drastis menjadi hanya 9 persen pada tahun 2023. Atas pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan menerima penghargaan “Best Progress and Reducing Stunting” pada September 2024.
Di bidang pendidikan, program Perintis yang diusung oleh Yuhronur menawarkan pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat kurang mampu dan pelajar berprestasi. Program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 18.000 pelajar hingga tahun 2024.
Dalam sesi debat yang membahas kesehatan, Dirham menggarisbawahi pentingnya penanganan stunting. “Penurunan angka stunting yang signifikan ini adalah hasil dari program-program prioritas kami,” ungkap Dirham.
Ia menjelaskan bahwa program Orang Tua Asuh dan Program 1-10-100 efektif dalam memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.
“Program ini memberikan paket bantuan untuk 10 pasien stunting selama 100 hari, yang meliputi vitamin dan suplemen bagi ibu hamil serta bayi dan balita,” tambahnya.
Abid berharap bahwa debat selanjutnya akan menghadirkan diskusi yang lebih dinamis dan inovatif, dengan data dan solusi konkret yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan Kabupaten Lamongan.
“Kami berharap debat putaran kedua nanti bisa menghadirkan lebih banyak data dan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan demikian, Yes-Dirham menunjukkan kemampuan dan komitmen mereka dalam membangun Lamongan, dengan harapan untuk melanjutkan program-program yang telah terbukti berhasil. [fak/beq]






