Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 65 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Blitar saat ini telah beroperasional. Yang sangat mengejutkan, perputaran uang di 65 KDMP tersebut mencapai Rp.10-25 Juta per bulan.
Menariknya, aktivitas bisnis ini dilakukan tanpa menggunakan bangunan baru KDMP yang nilainya mencapai Rp.3 miliar. Selama ini 65 Koperasi desa merah putih itu menggunakan bangunan milik desa serta beberapa diantaranya bekerjasama dengan koperasi yang telah ada.
“Berarti rata-rata 25 jutaan. Ada yang 10 juta, masih gitu. Yang penting sekarang masih memulai dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan anggota terutama,” ucap Sri Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Blitar pada Senin (30/03/2026).
Lebih menariknya, modal yang digunakan untuk operasional ke 65 KDMP tersebut berasal dari simpanan anggota, tanpa menunggu bantuan permodalan dari pemerintah.
Meski tanpa bantuan permodalan, ke 65 KDMP tersebut kini sudah bisa memutar ekonominya sendiri. Perputaran uangnya pun terbilang tak sedikit yakni mencapai Rp.25 juta per bulan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 65 yang mulai menjalankan usahanya. Yang penting kita sudah memulai embrionya dalam rangka menjalankan usaha,” tegasnya.
Kondisi ini menunjukkan tanpa bangunan megah sebenarnya KDMP sudah bisa beroperasi. Namun tentu harapannya jika bangunan baru sudah diberikan, perputaran uang di KDMP bisa lebih besar.
Sehingga kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar bisa lebih dirasakan. Namun di sisi lain ini tentu menjadi tantangan, apakah dengan adanya bangunan baru senilai Rp.3 miliar itu bisa menambah kesuksesan KDMP atau justru sebaliknya.
“Ya, masih pakai yang lama. Ada yang nunut kantor desa, ada yang di rumahnya pengurus,” tegasnya. (owi/but)






