Surabaya, (beritajatim.com) – Sedikitnya 7.854 anak muda dari keluarga kurang mampu hingga disabilitas mengikuti pelatihan Work in Tech di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Para kaum muda ini mendapatkan peningkatan keterampilan dukungan IT melalui pelatihan teknis, mentoring, dan akses magang. Hingga kursus 2 tahun yang diprakarsai oleh INCO Academy, peserta dari keluarga marginal siap bergabung dengan tenaga kerja digital dan menjawab tuntutan pasar.
Program yang di prakasai oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) ini bertujuan memberikan kesempatan untuk menjembatani kesenjangan antara keterampilan dan lapangan kerja bagi individu muda di industri teknologi.
“Kami sangat bangga melihat pertumbuhan dan perkembangan para peserta, termasuk para kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas yang telah membuktikan kemampuan mereka melalui Work in Tech. Kami yakin bahwa berinvestasi pada kaum muda dan potensi mereka adalah
hal yang penting untuk mendorong inovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, dalam Acara Penutupan Work in Tech, Surabaya, Selasa (18/7/2023).
Menurut Dini ini adalah harapan baru dalam industri IT karena lebih dari 14.854 kaum muda telah mendaftar dalam pelatihan Work in Tech di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sekitar 7.800 peserta telah berhasil menyelesaikan pelatihan hingga Juni 2023, dan sebanyak 3.936 individu telah mengalami peluang transformatif seperti magang, pekerjaan, kewirausahaan, atau pendidikan lanjutan.
“Kami sangat bangga melihat pertumbuhan dan perkembangan para peserta, termasuk para kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas yang telah membuktikan kemampuan mereka melalui Work in Tech. Kami yakin bahwa berinvestasi pada kaum muda dan potensi mereka adalah hal yang penting untuk mendorong inovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Dini.
Seluruh peserta, termasuk kelompok tersebut, telah mendapatkan dukungan akses menuju Google IT Support Professional Certificate, serta pengembangan soft skills yang difokuskan pada kesiapan kerja, termasuk kesetaraan gender.
Mereka juga telah mendapatkan keterampilan tambahan dalam pemasaran digital dan pemrograman web junior, serta berpartisipasi dalam IT bootcamp dan mini project yang melibatkan 780 peserta dari Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sementara itu Muhammad Fikser, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya menyambut baik program pelatihan Work in Tech di Surabaya apalagi melibatkan kaum muda disabilitas dan kurang mampu. Sebab mereka dengan ekonomi terbatas akan kesulitan mendapatkan skill IT yang mumpuni sebab akses dapatkan keahlian IT butuh biaya yang cukup besar.
“Apalagi disebutkan ada pelatihan khusus pengamanan jaringan IT. Kami juga sedang membutuhkannya, bahkan saya juga meminta agar pemyelenggara acara ini memetakan peserta yang dari keluarga kurang mampu agar bisa kami prioritaskan untuk membantu kami,” tandas Fikser antusias.[rea]






