Lamongan (beritajatim.com) – Ajang Women Futsal Championship 2024 yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Lamongan, tuntas digelar.
Diikuti sebanyak 15 tim tingkat SMA sederajat dan 9 tim tingkat SMP sederajat, kejuaraan ini menjadi panggung bagi pelajar putri di Kabupaten Lamongan, untuk menunjukkan kemampuan olah bola dan mencicipi atmosfer kompetisi.
SMA Negeri 1 Lamongan keluar sebagai juara, setelah menumbangkan SMA Negeri 1 Babat, dengan skor tipis 2-1 di laga puncak, yang berlangsung di Gedung Olahraga Lamongan, Kamis (15/8/2024) petang.
Sementara untuk kategori SMP sederajat, dimenangkan SMP Negeri 2 Lamongan, setelah memuncaki klasemen akhir babak final four dengan mengoleksi 6 poin. Sementara peringkat kedua diraih SMP Negeri 2 Lamongan dengan mengemas 4 poin.
Ketua Askab PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah bagi pelajar putri untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga, khususnya futsal.
Selain itu, Women Futsal Championship 2024 juga menjadi bagian dari upaya Askab PSSI Lamongan untuk menjaring bibit-bibit pemain futsal putri, yang nantinya dapat dikembangkan melalui proses pembinaan.
“Dari kejuaraan ini, terlihat ada beberapa pemain potensial yang bermunculan. Dan sudah kami data,” kata Yunan.
Yunan optimistis, jika kejuaraan serupa bisa digelar secara konsisten, maka akan lebih banyak lagi pesepakbola putri yang bermunculan di Lamongan.
“Harapannya mereka nantinya bisa berkiprah sampai pada level regional bahkan nasional. Tetap giat berlatih,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, berharap turnamen serupa bisa digelar secara rutin.
“Saya berharap setiap tahun digelar turnamen untuk kategori wanita. Baik dari Askab PSSI Lamongan maupun pihak lain,” kata Erwin.
Erwin juga secara khusus meminta kepada pelatih maupun guru olahraga di sekolah, agar menggiatkan ekstra kurikuler olahraga, khususnya futsal. Sehingga para pelajar yang memiliki minat pada olahraga futsal, bisa memiliki teknik dasar yang lebih baik.
“Saya minta para pelatih, agar pola pelatihan digiatkan. Teknik dasarnya, cara menendang, menggurung bola, kontrol bola dan lainnya. Tapi memang itu butuh proses,” tuturnya. [fak/aje]






