Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan prosesi wisuda ke-65 pada hari Sabtu (31/8/2024) di Graha Polinema. Wisuda ini diikuti sebanyak 733 mahasiswa yang terdiri atas Magister Terapan 27 orang, Sarjana Terapan/D-IV sebanyak 480 orang, Diploma III sebanyak 221, dan Diploma I sejumlah 5 orang.
Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo S.T M.T., menjamin bahwa lulusan Polinema memiliki mental tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan eksternal. Pihaknya berharap lulusan Polinema bisa menjadi seorang lulusan yang berkapasitas dengan bekal keterampilan , kompetensi, dan keahlian.
“Lulusan kami punya kapasitas tinggi dan keahlian tinggi mengisi dunia usaha dunia industri,” ujar Supriatna.
Menurut Direktur Polinema, regulasi bidang pendidikan dan kondisi pasar kerja saat ini terus berkembang pesat karena adanya teknologi dan digitalisasi. Oleh karena kondisi itu, dibutuhkan kecepatan aspek layanan dan lulusan Polinema harus lebih kreatif dan inovatif.
“Dengan kreatif dan inovatif maka lulusan kami juga mampu menciptakan lapangan kerja baik untuk dirinya maupun orang lain sebagai entrepreneur,” jelas Direktur.
Pihaknya juga membahas aspek globalisasi yang sudah membawa perubahan di berbagai aspek kehidupan sehingga ada perubahan dalam aspek tenaga kerja. Oleh sebab itu, antar daerah bahkan antar negara mengakibatkan tantangan bagi perguruan tinggi untuk mengantarkan lulusan bisa diakui di dalam masyarakat global.

“Tuntutan terhadap pasar global saat ini sedang terjadi, tentunya menuntut Polinema untuk menyiapkan lulusan menghadapi society 5.0, era dimana masyarakat berpusat pada manusia berbasis teknologi yang diharapkan menciptakan berbagai kehidupan lebih baik, agar masyarakat bisa mengatasi tantangan sosial di sekitar kita,” katanya Supriatna.
Supriatna mengungkapkan, lulusan harus memiliki kecakapan 6C, yaitu Character, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration. Hal itu sangat penting agar para lulusan siap menghadapi dunia kerja.
“Kami terus mengasah soft skill agar mampu bersaing dan unggul diantara banyak pengisi pasar kerja. Diantaranya berkat berbagai program yang dijalankan, Polinema pun turut mewadahi siswa berprestasi,” ujarnya.
Ada berbagai program Polinema, diantaranya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebanyak 13 wisudawan berhasil menyelesaikan Ikatan Dinas dari PT Rapid Plast Indonesia.
Polinema berhasil mengirimkan 47 orang yang lolos pada program Indonesian International Student Mobility Awardee for Vocational Student (IISMAVo). Mereka tersebar di 13 negara seperti Malaysia, Rusia, Hungaria, Australia, Cekoslovakia, Polandia, Turki, Korea Selatan, bahkan di benua Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.
”Tentunya saya sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi mahasiswa kami,” ujar Supriatna.
Sebagai informasi 733 mahasiswa itu berasal dari program magister terapan, sarjana terapan, dan diploma. Mereka tersebar dari 28 program studi yang ada di Polinema. (dan/ted)






