Malang (beritajatim.com) – Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di Kota Batu dalam sepekan terakhir berangsur normal. Para wisatawan yang sebelumnya menghabiskan waktu berlibur ke Kota Wisata ini mulai meninggalkan Kota Batu untuk kembali ke daerah asal.
Data dari Polres Batu, sejak Minggu 1 Mei 2022, setidaknya 10 ribu kendaraan terpantau di Kota Batu. Sehari kemudian naik menjadi 14 ribu kendaraan. Pada Selasa, 3 Mei 2022 jumlah kendaraan mencapai 19 ribu dan puncak kedatangan wisatawan terjadi pada Rabu 4 Mei 2022 dengan jumlah kendaraan mencapai 20 ribu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata-malang”]
“Setelah itu Kamis, turun menjadi 17 ribu. Kemudian Jumat dan Sabtu terus menurun. Sehingga kami simpulkan kepadatan puncak kendaraan terjadi pada Rabu kemarin. Sabtu malam banyak yang sudah berangsur-angsur meninggalkan Kota Batu dan berjalan dengan lancar tidak ada kepadatan berarti. Hari ini tetap jumlah tetap terpantau di bawah hari kemarin didominasi oleh wisatawan lokal. Jadi wisatawan dari luar Jatim sudah persiapan kembali ke tempat asalnya masing-masing,” kata Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, Minggu (8/5/2022).
Yogi menuturkan, potensi keramaian yang diwaspadai saat ini adalah waktu petang hingga malam hari dimana biasanya wisatawan menyerbu kawasan tengah kota untuk berburu oleh-oleh atau menghabiskan waktu di kawasan Alun-alun Kota Batu. Polisi telah menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Menjelang malam hari pusat keramaian di Kota Batu mengarah tengah kota. Dimana pengunjung banyak berbelanja oleh-oleh, kemudian menghabiskan waktu di Alun-alun Kota Batu, mengingat ini ikon Kota Wisata Batu. Sehingga kami juga antisipasi apabila masyarakat keluar Kota Batu tidak menyebabkan kepadatan,” imbuh Yogi.
Selain itu, pantauan dari sejumlah obyek wisata di Kota Batu juga mengalami penurunan. Pada Rabu, 4 Mei 2022 kemarin sempat menyentuh angka 73 persen dari 75 persen kapasitas pengunjung yang diizinkan. Sedangkan pada Sabtu, 7 Mei 2022 kemarin angka kunjungan wisatawan turun menjadi sekira 25 persen saja.
“Ini sangat menurun dan kami tetap walaupun jumlah berkurang kami tetap mengawasi di setiap persimpangan jalan yang menyebabkan kepadatan. Kemudian juga tempat wisata yang jumlah pengunjungnya terbanyak ada 5 objek wisata kami tetap laksanakan pengamanan,” tandas Yogi. [luc/suf]






