Malang (beritajatim.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum Malang terus berupaya mengembangkan kompetensi para santri. Terbaru, pondok ini mengadakan pelatihan fotografi dan desain grafis.
Pelatihan untuk kompetensi di luar keagamaan ini berlangsung setiap Minggu selama 3 minggu. Pelatihan ini pun disambut antusias oleh santri, terutama yang tertarik dengan dunia desain dan fotografi.
Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, KH. Noor Shodiq Askandar, mengungkapkan, tujuan dari pelatihan ini untuk memberi keterampilan praktis pada para santri yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Pondok menghadirkan mentor kompeten di bidangnya yang memberi pengalaman dan pelatihan.
Baca Juga: Mengenal Homo Wajakensis, Fosil Manusia Asia Modern Tertua yang Ditemukan di Tulungagung
“Kami melatih pengalaman mereka terkait fotografi dan desain grafis termasuk juga perkembangan industri kreatif modern. Para santri memperoleh materi detail tentang fotografi dan desain grafis. Mereka berkesempatan praktik langsung untuk sesi fotografi,” ujar KH. Noor Shodiq melalui keterangan tertulis, Senin 13 November 2023.
Pelatihan ini sebagai langkah nyata untuk santri untuk menghadapi zaman modern. Gus Shodiq berharap agar santri kompetensi bidang desain dan fotografi lebih meningkat.
“Kami juga harap para santri bisa menjadi agen perubahan dengan seni fotografi dan desain grafis,” tuturnya.
Kegiatan ini bukan hanya memberi pengetahuan teknis, melainkan juga ada sisi promosi nilai moral dan etika profesi. Santri diajak kreatif dan berdampak positif untuk lingkungan sekitar maupun masyarakat.
Baca Juga: Nenek di Mojokerto Ditemukan Meninggal di Depan Adiknya yang Terbaring Sakit
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang, Mirza Nauval memandang bahwa pelatihan ini dapat menciptakan ruang bagi pertumbuhan pribadi dan sosial santri. Keberhasilan kegiatan ini tentu memperkukuh peran pondok pesantren dalam memberi pendidikan yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Santri dituntut bukan hanya pintar dalam mengaji ataupun memahami ilmu agama, melainkan juga melek teknologi dengan media sosial dalam pelatihan ini,” ucap Mirza Nauval. (dan/ian)






