Surabaya (beritajatim.com) – Website Dinas Sosial Jawa Timur diretas pada hari ini, Jumat (3/2/2023). Dilansir dari Pilar.id, laman tersebut berubah tampilan menjadi ilustrasi dua orang pria, di mana salah satunya tampak sedang mencoret tembok bertuliskan organ vital pria. Sedangkan lainnya memotret dari sisi belakang.
Ilustrasi hitam putih tersebut juga disertai tulisan berupa kode identitas sang hacker serta pesan. Adapun pesannya sebagai berikut. “Hacked By OreoGans Ft. M4L4ik4t_surg4 ‘Keadilan jadi barang sukar, ketika hukum tegak kepada yang bayar'”.
Selain itu, ada tampilan file foto dan MP3 di bagian bawah. Untuk ilustrasi tersebut sebelumnya sudah beberapa kali muncul dalam media sosial Twitter. Adapun di antaranya di akun Twitter @RusakTotalPunk dan VickyBurkyy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jatim”]
Setelah siang harinya tim beritajatim mencoba membuka kembali melalui smartphone. Adapun link website tersebut sudah tidak dapat diakses. Dengan notifikasi tidak dapat dijangkau dan bahkan juga sempat bertuliskan pemberitahuan jika halaman mungkin berisi phishing. Sehingga tidak aman untuk dikunjungi.
Hal ini tentu dapat membahayakan para pengguna, di mana harta benda dan informasi akun dapat diretas oleh sang hacker. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari akun media sosial dinsosjatim.
Sekadar untuk diketahui, pada tahun 2022 lalu telah ramai perihal peretasan laman pemerintahan, seperti yang terjadi pada situs resmi Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM. Bahkan saat itu laman www.imigrasi.go.id diretas hingga tidak dapat diakses sama sekali.
Hal serupa juga dialami oleh Kejaksaan Negeri Garut dan Akademi Kepolisian. Bahkan pada laman resmi Kejaksanaan Negeri Garut, sang peretas juga memberikan informasi pribadi berupa akun media sosial Instagramnya, @opposite.688990.bytes. Akibat dari pembobolan situs ini, pelayanan publik Kejari Garut mengalami kekacauan.
Selain itu, peretasan yang paling menggemparkan di tahun 2022 terjadi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Di mana akun bernama Bjorka, mengaku telah berhasil meretas Kominfo dan mendapatkan 1.3 miliar data registrasi SIM. Dalam keterangannya, data tersebut akan dipajang situs gelap dan dijual seharga 50 ribu dolar Amerika. (fyi/nap)






